ANDRAGOGI.COM
Website Pendidik & Pelatih
Setiap interaksi belajar yang dilakukan oleh guru dan warga belajar tentunya memiliki tujuan yang jelas, yaitu hasil belajar yang berbentuk perubahan tingkah laku. Tanpa adanya tujuan yang jelas, pengajaran akan menjadi tanpa arah dan menjadi tidak efektif.
Untuk memahami tujuan instruksional yang diharapkan, pemahaman terhadap taksonomi tujuan atau hasil belajar menjadi sangat penting bagi seorang guru. Dengan pemahaman ini guru akan dapat menentukan dengan lebih jelas dan tegas apakah tujuan instruksional mata pelajaran yang diasuhnya lebih bersifat kognitif, afektif atau psikomotor.
Bloom (1977) membagi tujuan instruksional menjadi tiga kawasan menurut jenis kemampuan yang tercantum di dalamnya. Taksonomi tujuan instruksional membagi tujuan pendidikan ke dalam tiga kelompok, yaitu :
Tujuan kognitif berorientasi kepada kemampuan “berfikir” mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu : mengingat, sampai dengan kemampuan untuk memecahkan suatu masalah (problem solving) yang menuntut warga belajar untuk menghubungkan dan menggabungkan gagasan, metode atau prosedur yang sebelumnya dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut.
Kawasan kognitif meliputi tujuan pendidikan yang berkenaan dengan ingatan atau pengenalan terhadap pengetahuan dan pengembangan kemampuan intelektual dan keterampilan berfikir. Dalam kawasan kognitif ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi enam jenjang (hirarki), yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisa, sintesis dan evaluasi.
Keenam jenjang itu bersifat hirarkikal dimulai dari jenjang yang paling bawah yaitu pengetahuan sampai ke jenjang yang paling tinggi yaitu evaluasi. Artinya jenjang pertama menjadi prasyarat untuk jenjang di atasnya. Jenjang yang paling di bawahnya itu harus dicapai lebih dahulu agar dapat mencapai jenjang yang di atasnya. Konsep perjenjangan dalam kawasan kognitif ini sangat popular dan sampai saat ini digunakan secara sangat intensif dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan tes hasil belajar.
Tujuan afektif yang berhubungan dengan “perasaan”, “emosi”, “system nilai” dan “sikap hati”(attitude) yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu. Tujuan afektif terdiri dari yang paling sederhana, yaitu memperhatikan suatu fenomena sampai dengan yang kompleks yang merupakan factor internal seseorang, seperti kepribadian dan hati nurani. Dalam literature tujuan afektif ini disebut sebagai : minat, sikap hati, sikap menghargai, system nilai, serta kecendrungan emosi.
Tujuan psikomotor berorientasi kepada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh, atau tindakan (action) yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otak. Dalam literature tujuan ini tidak banyak ditemukan penjelasannya dan biasanya dihubungkan dengan latihan-latihan seperti : menulis, berbicara, olah raga serta mata pelajaran yang berhubungan dengan keterampilan praktis.
Tujuan instruksional dalam kawasan manapun harus dirumuskan dalam kalimat dengan kata kerja yang operasional, serta yang menunjukkan kegiatan yang dapat dilihat.
Contoh Daftar Kata Kerja Operasional (KKO)
Ranah Afektif
Mempertanyakan
Mengikuti
Memberi
Menganut
Mematuhi
Meminati
Membantu
Mengajukan
Mengompromikan
Menyenanghi
Menyambut
Mendukung
Menyetujui
Menampilkan
Melaporkan
Memilih
Mengatakan
Memilah
Menolak
Meyakini
Melengkapi
Meyakinkan
Memperjelas
Memprakarsai
Mengimani
Mengundang
Menggabungkan
Mengusulkan
Menekankan
Menyumbang
Mengubah
Menata
Mengklasifikasikan
Mengombinasikan
Mempertahankan
Membangun
Membentuk pendapat
Memadukan
Mengelola
Menegosiasi
Merembuk
Berakhlak mulia
Mempengaruhi
Mendengarkan
Mengkualifikasi
Melayani
Menunjukkan
Membuktikan
Memecahkan
Ranah Kognitif
Menyebutkan
Menyatakan
Menggambar
Membilang
Mendaftar
Memberi label
Memberi indek
Memasangkan
Menamai
Menandai
Membaca
Menyadari
Menghafal
Meniru
Mencatat
Mengulang
Meninjau
Mempelajari
Mentabulasi
Memberi kode
Menelusuri
Menulis
Menjelaskan
Mencirikan
Mengasosiasikan
Menghitung
Mengkontraskan
Menjalin
Mendiskusikan
Menggali
Mencontohkan
Menerangkan
Mengemukakan
Mempolakan
Memperluas
Mengungkapkan
Meramalkan
Menjabarkan
Mengurutkan
Menentukan
Menerapkan
Menyesuaikan
Mengalkulasi
Memodifikasi
Mengklasifikasi
Membiasakan
Mencegah
Menggambarkan
Menggunakan
Melatih
Mengadaptasi
Menyelidiki
Mengoperasikan
Mempersoalkan
Mengkonsepkan
Melaksanakan
Memproduksi
Memproses
Mengaitkan
Menyusun
Mensimulasikan
Melakukan
Mengaudit
Mendeteksi
Mendiagnosis
Menyeleksi
Merinci
Mengurai
Menominasikan
Mendiagramkan
Mengorelasikan
Merasionalkan
Menguji
Mencerahkan
Menjelajah
Membagankan
Menemukan
Menelaah
Memaksimalkan
Mengedit
Mengukur
Menstranfer
Mengkalisifikasi
Mengkategorikan
Mengatur
Menganimasi
Mengumpulkan
Mengategorikan
Mengkode
Mengarang
Menanggulangi
Menghubungkan
Menciptakan
Mengkreasikan
Mengoreksi
Merancang
Merencanakan
Mendikte
Meningkatkan
Memfasilitasi
Membentuk
Merumuskan
Menggeneralisasi
Membatas
Mereparasi
Menyiapkan Memproduksi
Merangkum
Merekonstruksi
Menyimpulkan
Mengarahkan
Menilai
Mengkritik
Menimbang
Memutuskan
Memisahkan
Memprediksi
Menugaskan
Menafsirkan
Memerinci
Memvalidasi
Mengetes
Memproyeksi
Ranah Psikomotor
Melamar
Memperkecil
Membersihkan
Memposisikan
Mengkontruksi
Mendemonstrasikan
Memperbaiki
Mengidentifikasikan
Mengisi
Menempatkan
Membuat
Memanipulasi
Mencampur
Mempertajam
Memadankan
Memulai
Menyetir
Menjeniskan
Menempel
Menseketsa
Melonggarkan
Menggantikan
Memutar
Mengirim
Memindahkan
Mendorong
Menarik
Mengemas
Membungkus
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Comment *
Name *
Email *
Website
Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.