ANDRAGOGI.COM
Website Pendidik & Pelatih
Saya tahu anda tidak tahu, saya kasih tahu
Anda tahu saya tidak tahu, anda kasih tahu
Saya tahu anda tahu, kita sama-sama tahu
Saya tidak tahu anda juga tidak tahu, sama-sama kita cari tahu
Kemampuan seorang pelatih untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam suatu kegiatan latihan, sepintas lalu nampaknya tidak penting. Padahal, sesungguhnya justru itulah keterampilan yang sangat penting dan mutlak harus dikuasai oleh seorang instruktur. Nalarnya jelas, karena hakekat dari fungsi dan peran seorang instruktur dalam konsep pelatihan orang dewasa adalah juga sebagai fasilitator.
Tidak jarang ditemukan dan ini merupakan kelemahan umum yang ditemui dalam banyak kegiatan latihan, proses belajar menjadi mandeg atau bahkan “salah arah” hanya karena instruktur mengajukan pertanyaan yang tidak tepat pada saat dan cara yang tidak tepat pula. Di kalangan banyak instruktur pemula, bahkan terlalu sering ditemukan mereka yang jadi bingun dan gerogi di depan kelas karena “kehabisan perbendaharaan kata-kata untuk bertanya”.
Dalam keadaan “panik dan bingung” seperti itu, biasanya mereka secara gampang saja langsung menyimpulkan pengalaman belajar para peserta, tentu saja menurut persepsinya sendiri, maka jadilan penilaian dan persepsi yang sangat subjektif.
Teknik bertanya dalam suatu kegiatan atau proses latihan, sebenarnya sederhana saja, yang terpenting adalah kesadaran untuk tetap taat asas pada prinsip latihan dan andragogi. Bahkan, tak ada salahnya bagi seorang instruktur untuk mengakui saja tidak tahu (atau berpura-pura tidak tahu) tentang suatu hal yang dipertanyakan oleh peserta dan melemparkan kembali pertanyaan tersebut untuk dijawab oleh peserta lainnya, demi memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan pendapat dan pengalaman mereka sendiri. Ini yang prinsip.
1. Usahakan agar pertanyaan diajukan secara singkat dan jelas, jika perlu ulangi sekali lagi atau dua kali sampai jelas benar, terutama jika pertanyaan itu ditujukan pada salah seorang peserta.
2. Namun jangan sampai pertanyaan semacam itu justru menjadikan peserta “gelagapan” atau gugup menjawabnya, dan karenanya hindari pertanyaan tendensius dan gaya bertanya menghakini (pelatih bukan interogator) kecuali pada kasus-kasus pelanggaran norma dan tata tertib.
3. Dalam meneruskan sebuah pertanyaan dari seorang peserta ke peserta lainnya, hindari jangan sampai terjadi antara peserta yang bersangkutan malah terjadi “perang tanding” (berdebat langsung di luar kendali instruktur).
4. Jika perlu, pertanyaan dari seorang peserta dikembalikan kepadanya lagi dengan pertanyaan balik seperti : “menurut anda sendiri bagaimana ?” (agar ia sendiri mau berfikir dan tidak menganggap instruktur sebagai orang yang tidak tahu segalanya).
5. Dan beberapa hal lainnya lagi yang hanya bisa difahami setelah mengalami sendiri bagaimana pemandu sebuah kegiatan latihan, sesuai kondisi dan situasi yang ada.
Ada beberapa hal yang lebih teknis lagi sebagai pedoman, bentuk-bentuk atau jenis pertanyaan dasar yang paling sering digunakan dalam kegiatan latihan selama ini, antara lain sebagai berikut :
“Dimana anda mengalami …………………………………..?”
“Kapan hal itu terjadi ……………………………………….?”
“Apakah hal semacam ini pernah terjadi pada anda ………..?”
“Dengan mengalami ini, apakah bisa dikaitkan dengan
pengalaman anda sebenarnya ………………………………?”
“Apa yang sedang terjadi ?”
“Apakah anda telah melihatnya ?”
“Mengapa perbedaan pendapat itu terjadi ?”
“Bagaimana akibat kegiatan ini terhadap perilaku kelompok ?”
“Apa yang akan terjadi jika …………………………………..?”
“Coba ramalkan apa akibatnya andaikata ……………………?”
“Siapakah dalam hal ini yang benar ?”
“Mana yang anda anggap paling tepat antara ……..dan …….?”
“Bayangkan jika anda menghadapi situasi seperti itu,
apakah yang akan anda lakukan ?”
“Kita sebagai pelatih harus selalu melemparkan pertanyaan
yang tidak menjurus, ya kan ?”
Seperti terlihat jelas pada contoh-contoh pertanyaan di atas, jelas sekali bahwa apapun bentuk atau jenis pertanyaannya, semuanya tetap bertolak dari “kata-kata kunci” pertanyaan yang peling pokok yaitu :
APA ……………………………?
SIAPA ………………………….?
DIMANA ………………………?
KAPAN …………………………?
BAGAIMANA …………………?
MENGAPA …………………….?
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Comment *
Name *
Email *
Website
Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.