Bab 5 dari 16
— Bab Lima —

Model-Model Pengembangan Kurikulum

Berbagai pendekatan sistematis dalam merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi kurikulum dari para ahli terkemuka.

S
Dr. Supriadi, S.Ag., M.Pd
FTIK · UIN Bukittinggi
A

Pendahuluan

Model pengembangan kurikulum merupakan kerangka kerja konseptual yang memberikan panduan sistematis dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kurikulum. Setiap model menawarkan pendekatan yang berbeda dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang tujuan, isi, metode, dan evaluasi pendidikan.

Pemahaman terhadap berbagai model pengembangan kurikulum sangat penting bagi para pendidik dan pengembang kurikulum untuk memilih pendekatan yang paling sesuai dengan konteks, kebutuhan, dan filosofi pendidikan yang dianut. Bab ini akan membahas model-model klasik hingga kontemporer yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum.

📌 PRINSIP

Model pengembangan kurikulum adalah peta jalan yang membantu kita menavigasi kompleksitas proses pendidikan menuju tujuan yang diinginkan.

🎬 Tampilkan Video: Pendahuluan
B

Model Tyler (Ralph Tyler)

Model Tyler, yang dikembangkan oleh Ralph W. Tyler pada tahun 1949, dikenal sebagai model rasional atau objektif. Model ini menjadi fondasi bagi banyak model pengembangan kurikulum berikutnya.

🎯

Empat Pertanyaan Fundamental Tyler

Ralph W. Tyler (1949)
1. Tujuan pendidikan apa yang ingin dicapai?
2. Pengalaman belajar apa yang dapat disediakan untuk mencapai tujuan?
3. Bagaimana pengalaman belajar tersebut diorganisasikan?
4. Bagaimana mengevaluasi apakah tujuan telah tercapai?
🔄

Karakteristik Model Tyler

Pendekatan Rasional

Model ini bersifat linier dan rasional, dimulai dari perumusan tujuan yang kemudian diikuti oleh pemilihan pengalaman belajar, organisasi, dan evaluasi.

Kelebihan: Sistematis, jelas, dan mudah diikuti
Kelemahan: Terlalu mekanistik dan kurang fleksibel
🎬 Tampilkan Video: Model Tyler
C

Model Taba (Hilda Taba)

Hilda Taba mengembangkan model pengembangan kurikulum yang dikenal sebagai model grassroots atau pendekatan dari bawah ke atas. Model ini menekankan pentingnya keterlibatan guru dalam pengembangan kurikulum.

🌱

Pendekatan Grassroots

Hilda Taba (1962)

Model Taba berangkat dari kebutuhan siswa dan melibatkan guru sebagai pengembang kurikulum, bukan hanya pelaksana. Pendekatan ini bersifat induktif — dari bawah ke atas.

📋

Langkah-Langkah Model Taba

7 Langkah Sistematis
1. Diagnosis kebutuhan siswa
2. Perumusan tujuan pembelajaran
3. Seleksi konten pembelajaran
4. Organisasi konten pembelajaran
5. Seleksi pengalaman belajar
6. Organisasi pengalaman belajar
7. Evaluasi dan penentuan alat evaluasi
🎬 Tampilkan Video: Model Taba
D

Model Wheeler (D.K. Wheeler)

D.K. Wheeler mengembangkan model pengembangan kurikulum yang bersifat siklus atau spiral. Model ini menekankan adanya keterpaduan dan kontinuitas antar komponen kurikulum.

🔄

Pendekatan Siklus/Spiral

D.K. Wheeler (1967)

Model Wheeler bersifat siklikal — setiap komponen saling terkait dan proses pengembangan berlangsung secara berkesinambungan. Tidak ada titik awal atau akhir yang mutlak.

🔗

Komponen Model Wheeler

5 Komponen Saling Terkait
1. Perumusan tujuan
2. Pemilihan pengalaman belajar
3. Pemilihan konten/materi
4. Organisasi dan integrasi pengalaman belajar
5. Evaluasi
🎬 Tampilkan Video: Model Wheeler
E

Model Beauchamp (George A. Beauchamp)

George A. Beauchamp mengembangkan model yang menekankan pengembangan kurikulum sebagai sistem dan proses yang melibatkan berbagai pihak. Model ini dikenal dengan pendekatan sistem dalam pengembangan kurikulum.

📌 REFLEKSI

Kurikulum adalah sistem yang hidup — ia harus terus berkembang, beradaptasi, dan merespons perubahan lingkungan dan kebutuhan peserta didik.

🎬 Tampilkan Video: Model Beauchamp
F

Model Skillbeck (Malcolm Skillbeck)

Malcolm Skillbeck mengembangkan model yang berorientasi pada pemecahan masalah dan partisipasi. Model ini sangat relevan untuk pengembangan kurikulum di tingkat sekolah (school-based curriculum development).

🎬 Tampilkan Video: Model Skillbeck
G

Model-Model Kontemporer

Seiring dengan perkembangan zaman, muncul model-model pengembangan kurikulum yang lebih responsif, fleksibel, dan berorientasi pada masa depan. Model-model ini mengintegrasikan pendekatan holistik dan kontekstual.

🎬 Tampilkan Video: Model-Model Kontemporer
H

Perbandingan Model-Model Kurikulum

Berikut adalah perbandingan karakteristik dari berbagai model pengembangan kurikulum yang telah dibahas:

Model
Tokoh
Karakteristik
Tyler
Ralph Tyler
Linier, rasional, berorientasi tujuan
Taba
Hilda Taba
Induktif, grassroots, partisipasi guru
Wheeler
D.K. Wheeler
Siklus/spiral, terintegrasi
Beauchamp
G.A. Beauchamp
Sistem, partisipatif
Skillbeck
M. Skillbeck
Analisis situasi, SBCD
Kontemporer
Beragam
Fleksibel, kontekstual, OBE
🎬 Tampilkan Video: Perbandingan Model-Model Kurikulum
I

Pemilihan Model yang Tepat

Pemilihan model pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk filosofi pendidikan, konteks, kebutuhan, dan sumber daya yang tersedia.

📌 REFLEKSI

Model pengembangan kurikulum hanyalah alat. Keberhasilan kurikulum tidak ditentukan oleh model yang dipilih, tetapi oleh komitmen, kreativitas, dan kolaborasi semua pihak yang terlibat.

🎬 Tampilkan Video: Pemilihan Model
◆ Kata Kunci Bab Ini
Model Kurikulum Model Tyler Model Taba Model Wheeler Model Beauchamp Model Skillbeck Grassroots Siklus/Spiral Pendekatan Sistem Analisis Situasi Competency-Based Outcome-Based Kontekstual Kurikulum Merdeka Integratif-Holistik
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
"Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya."
— QS. An-Najm [53]: 39
📝

Uji Pemahaman Anda

Setelah mempelajari Bab 5 tentang model-model pengembangan kurikulum, ukur pemahaman Anda melalui uji formatif yang telah disiapkan.

📝 Ikuti Uji Formatif Bab 5 →
Kembali ke
Daftar Isi Buku

Video Pembelajaran