Bab 3 dari 16
— Bab Tiga —

Landasan Pengembangan Kurikulum

Filosofis, psikologis, sosial-budaya, dan ilmu pengetahuan serta teknologi sebagai fondasi pengembangan kurikulum.

S
Dr. Supriadi, S.Ag., M.Pd
FTIK · UIN Bukittinggi
A

Pendahuluan

Pengembangan kurikulum tidak dapat dilakukan secara serampangan tanpa dasar yang kuat. Kurikulum sebagai instrumen pendidikan harus dibangun di atas landasan yang kokoh agar mampu menjawab kebutuhan dan tantangan zaman. Landasan pengembangan kurikulum berfungsi sebagai fondasi filosofis, teoretis, dan praktis yang memberikan arah dan justifikasi bagi setiap keputusan dalam pengembangan kurikulum.

Secara umum, terdapat empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum: (1) landasan filosofis, (2) landasan psikologis, (3) landasan sosial-budaya, dan (4) landasan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS). Keempat landasan ini saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan yang utuh dalam membangun kurikulum yang berkualitas.

📌 PRINSIP

Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang dibangun di atas landasan yang kuat dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan perkembangan zaman.

🎬 Tampilkan Video: Pendahuluan
B

Landasan Filosofis

Landasan filosofis merupakan fondasi paling mendasar dalam pengembangan kurikulum. Filsafat pendidikan memberikan pandangan tentang hakikat manusia, pengetahuan, dan nilai yang menjadi dasar dalam merumuskan tujuan dan isi kurikulum.

🧠

Esensialisme

Menekankan pada penguasaan pengetahuan esensial dan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap individu. Kurikulum berfokus pada mata pelajaran inti (core subjects) seperti bahasa, matematika, dan sains.

Tokoh: William C. Bagley
🌱

Progresivisme

Menekankan pada pengalaman belajar yang bermakna dan relevan dengan kehidupan siswa. Kurikulum berpusat pada siswa (student-centered) dan berorientasi pada pemecahan masalah.

Tokoh: John Dewey
📚

Perenialisme

Menekankan pada nilai-nilai abadi dan kebenaran universal yang bersumber dari tradisi intelektual. Kurikulum berorientasi pada pengembangan akal budi melalui studi klasik.

Tokoh: Robert M. Hutchins, Mortimer Adler
🔄

Rekonstruksionisme

Menekankan pada peran pendidikan dalam merekonstruksi masyarakat menuju tatanan sosial yang lebih baik. Kurikulum berorientasi pada pemecahan masalah sosial dan perubahan.

Tokoh: George S. Counts, Theodore Brameld

Dalam konteks pendidikan Islam, landasan filosofis juga mencakup nilai-nilai tauhid, akhlak, dan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Kurikulum pendidikan Islam bertujuan membentuk insan kamil (manusia sempurna) yang beriman, berilmu, dan beramal saleh.

🎬 Tampilkan Video: Landasan Filosofis
C

Landasan Psikologis

Landasan psikologis memberikan pemahaman tentang bagaimana manusia belajar dan berkembang. Pengetahuan tentang psikologi peserta didik sangat penting dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan tahap perkembangan mereka.

📌 REFLEKSI

Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang memahami bahwa setiap anak adalah unik dan memiliki cara belajar yang berbeda-beda.

🎬 Tampilkan Video: Landasan Psikologis
D

Landasan Sosial-Budaya

Kurikulum tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial dan budaya di mana ia dikembangkan dan diimplementasikan. Landasan sosial-budaya memastikan bahwa kurikulum relevan dengan kebutuhan masyarakat dan menghormati nilai-nilai budaya yang berlaku.

Dalam konteks Indonesia, landasan sosial-budaya mencakup Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan kearifan lokal sebagai sumber nilai dan orientasi pendidikan.

🎬 Tampilkan Video: Landasan Sosial-Budaya
E

Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEKS)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pengembangan kurikulum. Landasan IPTEKS memastikan bahwa kurikulum selalu mutakhir dan mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi era digital.

Aspek
Era Pra-Digital
Era Digital
Implikasi Kurikulum
Sumber Belajar
Buku cetak, guru
Internet, multimedia
Integrasi teknologi
Metode
Ceramah, hafalan
Kolaboratif, proyek
Student-centered
Kompetensi
Pengetahuan faktual
Keterampilan abad 21
4C + literasi
🎬 Tampilkan Video: Landasan IPTEKS
F

Integrasi Keempat Landasan

Keempat landasan pengembangan kurikulum—filosofis, psikologis, sosial-budaya, dan IPTEKS—tidak dapat berdiri sendiri. Pengembangan kurikulum yang ideal adalah integrasi harmonis dari keempat landasan tersebut.

📌 REFLEKSI

Kurikulum yang berkualitas lahir dari perpaduan seimbang antara visi filosofis, pemahaman psikologis, kesadaran sosial-budaya, dan penguasaan IPTEKS.

🎬 Tampilkan Video: Integrasi Keempat Landasan
G

Relevansi dengan Pendidikan Islam

Dalam konteks pendidikan Islam, keempat landasan tersebut harus diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi karakteristik utama pendidikan di perguruan tinggi keagamaan Islam.

🎬 Tampilkan Video: Landasan dalam Pendidikan Islam
◆ Kata Kunci Bab Ini
Landasan Filosofis Landasan Psikologis Landasan Sosial-Budaya Landasan IPTEKS Esensialisme Progresivisme Perenialisme Rekonstruksionisme Psikologi Perkembangan Teori Belajar Pendidikan Karakter Kearifan Lokal Keterampilan Abad 21 Pendidikan Islam Insan Kamil
قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
"Katakanlah: 'Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran."
— QS. Az-Zumar [39]: 9
📝

Uji Pemahaman Anda

Setelah mempelajari Bab 3 tentang landasan pengembangan kurikulum, ukur pemahaman Anda melalui uji formatif yang telah disiapkan.

📝 Ikuti Uji Formatif Bab 3 →
Kembali ke
Daftar Isi Buku

Video Pembelajaran