Bab 14 Β· Pertemuan 14
P Β· R Β· O Β· G Β· R Β· A Β· M

Penyusunan Program Branding PAI di Lembaga Pendidikan

Analisis SWOT sebagai fondasi, penetapan bentuk & tujuan program, program aksi & timeline, perangkat keras/lunak, serta pengukuran keberhasilan program branding PAI yang terstruktur dan terukur

Dr. Supriadi, S.Ag., M.Pd Β· FTIK UIN Bukittinggi

A

Konsep Penyusunan Program Branding PAI

"Program yang baik adalah program yang dirancang dengan matang, dieksekusi dengan disiplin, dan dievaluasi dengan jujur." β€” Tanpa program yang terstruktur, branding hanya akan menjadi aktivitas serabutan tanpa arah.

Program Branding PAI adalah serangkaian aktivitas terencana, terstruktur, dan terukur yang dirancang untuk membangun, memperkuat, dan memelihara identitas, citra, serta reputasi Pendidikan Agama Islam di lembaga pendidikan. Program ini bukan sekadar kumpulan kegiatan, melainkan sistem yang saling terkait menuju tujuan strategis.

Penyusunan program branding PAI harus memenuhi prinsip SYARIAH: Sistematis (terstruktur), Yakin (berdasarkan data), Amanah (dapat dipertanggungjawabkan), Realistis (sesuai kapasitas), Ihsan (berkualitas), Adaptif (fleksibel terhadap perubahan), dan Holistik (mencakup seluruh aspek). Prinsip ini menjamin bahwa program tidak hanya efektif, tetapi juga berkah.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra'd [13]: 11: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri." Ayat ini menjadi landasan teologis bahwa perubahan β€” termasuk melalui program branding β€” harus dimulai dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang sungguh-sungguh.

πŸ“Œ Definisi Program Branding PAI

Program Branding PAI adalah dokumen perencanaan strategis yang memuat analisis situasi, tujuan, bentuk program, program aksi, timeline, alokasi sumber daya, dan indikator keberhasilan β€” yang dirancang untuk membangun identitas, citra, dan reputasi PAI di lembaga pendidikan secara sistematis dan berkelanjutan.

Tahapan Penyusunan: (1) Analisis Situasi (SWOT), (2) Penetapan Bentuk Program, (3) Penetapan Tujuan, (4) Program Aksi, (5) Timeline & Pembagian Peran, (6) Perangkat Keras/Lunak, (7) Pengukuran Keberhasilan.

B

Analisis Situasi dengan Analisis SWOT

"Dengan apa kita berpijak?" β€” Pertanyaan fundamental ini harus dijawab melalui analisis situasi yang komprehensif. Analisis SWOT adalah alat strategis yang paling populer dan efektif untuk memetakan posisi lembaga.

Analisis SWOT dikembangkan oleh Albert Humphrey pada tahun 1960-an dan menjadi alat analisis strategis yang paling banyak digunakan di dunia. SWOT memetakan empat dimensi: Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).

S Β· STRENGTHS

Kekuatan Internal

  • Guru bersertifikasi dan kompeten
  • Kurikulum terintegrasi Islam-umum
  • Akreditasi A/Unggul
  • Fasilitas modern dan lengkap
  • Alumni sukses dan tersebar
  • Lingkungan Islami yang kondusif
W Β· WEAKNESSES

Kelemahan Internal

  • Website belum SEO-friendly
  • Media sosial tidak aktif
  • Database alumni belum terkelola
  • Anggaran marketing terbatas
  • SDM humas belum profesional
  • SOP pelayanan belum standar
O Β· OPPORTUNITIES

Peluang Eksternal

  • Tren pendidikan Islam meningkat
  • Generasi Z melek digital
  • Program pemerintah (KIP, BOS)
  • Kerjasama dengan universitas
  • Pasar global Muslim berkembang
  • Teknologi AI & metaverse
T Β· THREATS

Ancaman Eksternal

  • Kompetitor semakin agresif
  • Hoaks & krisis reputasi
  • Perubahan regulasi pendidikan
  • Penurunan minat generasi muda
  • Disrupsi teknologi digital
  • Keterbatasan ekonomi orang tua
Strategi SWOT Kombinasi Tujuan Contoh Program PAI
S-O (Agresif) Kekuatan + Peluang Memanfaatkan kekuatan untuk menangkap peluang Memanfaatkan guru kompeten untuk membuat konten digital Islami viral
W-O (Perbaikan) Kelemahan + Peluang Mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang Melatih SDM humas untuk mengelola media sosial secara profesional
S-T (Diversifikasi) Kekuatan + Ancaman Menggunakan kekuatan untuk menghadapi ancaman Menggunakan reputasi alumni sukses untuk menangkal hoaks negatif
W-T (Defensif) Kelemahan + Ancaman Meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman Menyusun SOP crisis management untuk antisipasi krisis reputasi
πŸ“Œ Prinsip Analisis SWOT Islami

Analisis SWOT dalam PAI harus dilakukan dengan prinsip shidq (jujur) dan amanah (dapat dipertanggungjawabkan). Jangan melebih-lebihkan kekuatan atau menyembunyikan kelemahan. Prinsipnya: "Mengakui kelemahan adalah awal dari perbaikan; menyembunyikannya adalah awal dari kehancuran." Hasil SWOT harus menjadi dasar objektif untuk penyusunan program branding yang realistis dan terukur.

C

Menetapkan Bentuk Program Branding

Bentuk program adalah wujud konkret dari strategi branding β€” apa yang akan dilakukan, bagaimana bentuknya, dan siapa sasarannya. Bentuk program harus selaras dengan analisis SWOT dan tujuan yang telah ditetapkan.

πŸ“±

Program Digital Branding

Optimasi website SEO, pengelolaan media sosial, produksi konten digital, email marketing, dan kampanye digital terpadu. Fokus pada kehadiran digital yang kuat dan konsisten.

πŸŽͺ

Program Event & Aktivasi

Open house, seminar parenting Islami, bazar amal, workshop keislaman, dan kegiatan publik yang melibatkan masyarakat. Membangun engagement langsung dengan stakeholder.

πŸ“°

Program Public Relations

Press release, media relations, community engagement, dan CSR (Corporate Social Responsibility). Membangun citra positif melalui hubungan baik dengan media dan masyarakat.

πŸŽ“

Program Prestasi & Akreditasi

Persiapan akreditasi, kompetisi akademik/non-akademik, publikasi riset, dan sertifikasi internasional. Membangun reputasi melalui bukti nyata keunggulan.

🀝

Program Kemitraan & Jejaring

Kerjasama dengan universitas, industri, ormas Islam, dan lembaga internasional. Membangun ekosistem stakeholder yang saling menguatkan.

🎨

Program Visual Identity

Redesign logo, arsitektur Islami bermakna, seragam, dan materi promosi visual. Membangun identitas visual yang konsisten dan memorable.

Jenis Program Target Sasaran Output yang Diharapkan Indikator Keberhasilan
Digital Branding Calon siswa, orang tua muda Website SEO-friendly, medsos aktif Traffic website +50%, followers +100%
Event & Aktivasi Masyarakat sekitar, calon siswa Engagement langsung, leads 100 peserta/event, 20% konversi
Public Relations Media, masyarakat luas Coverage positif, citra baik 10 artikel media/bulan, sentimen positif 80%
Prestasi & Akreditasi Stakeholder akademik Akreditasi unggul, prestasi Akreditasi A, 5 juara nasional/tahun
Kemitraan Universitas, industri, ormas MoU, program bersama 5 MoU baru/tahun, 3 program bersama
Visual Identity Seluruh stakeholder Identitas visual konsisten Brand recognition +40%
πŸ“Œ Prinsip Pemilihan Bentuk Program Islami

Pemilihan bentuk program harus memenuhi prinsip maslahah (kemaslahatan) dan dar'ul mafasid (menolak kerusakan). Program harus memberikan manfaat nyata bagi umat, tidak melanggar syariat, dan sesuai dengan kapasitas lembaga. Prinsipnya: "Lebih baik sedikit program yang berkualitas dan berkelanjutan, daripada banyak program yang serabutan dan tidak berdampak."

D

Menetapkan Tujuan Program Branding (SMART)

Tujuan yang tidak terukur adalah doa yang tidak memiliki arah. Tujuan program harus memenuhi prinsip SMART β€” Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound.

SMART adalah akronim yang dikembangkan oleh George T. Doran (1981) untuk memastikan tujuan yang ditetapkan efektif dan dapat dicapai. Dalam konteks branding PAI, tujuan SMART menjamin bahwa program tidak hanya ambisius, tetapi juga realistis dan terukur.

S

Specific

Tujuan harus spesifik dan jelas, tidak ambigu. "Meningkatkan reputasi" terlalu umum; "Meningkatkan NPS dari 30 ke 50" lebih spesifik.

M

Measurable

Tujuan harus terukur dengan metrik yang jelas. Berapa peningkatan yang diharapkan? Bagaimana cara mengukurnya?

A

Achievable

Tujuan harus realistis dan dapat dicapai dengan sumber daya yang tersedia. Ambisius tetapi tidak mustahil.

R

Relevant

Tujuan harus relevan dengan visi lembaga dan kebutuhan stakeholder. Selaras dengan RIP dan Renstra.

T

Time-bound

Tujuan harus memiliki batas waktu yang jelas. Kapan harus dicapai? Deadline menciptakan urgensi dan fokus.

Tujuan Tidak SMART Tujuan SMART Perbaikan
"Meningkatkan reputasi lembaga" "Meningkatkan NPS dari 30 ke 50 dalam 12 bulan" Spesifik, terukur, ada batas waktu
"Memperbanyak siswa baru" "Meningkatkan jumlah siswa baru dari 300 menjadi 400 dalam 2 tahun" Angka jelas, timeframe spesifik
"Memperkuat kehadiran digital" "Mencapai 50.000 followers Instagram dan 100.000 visitor website/bulan dalam 18 bulan" Metrik konkret, target terukur
"Meningkatkan kepuasan orang tua" "Meningkatkan skor kepuasan orang tua dari 7.5 ke 8.5 (skala 10) dalam 1 tahun" Skor baseline jelas, target spesifik
"Meningkatkan akreditasi" "Mencapai akreditasi Unggul dari BAN-PT dalam 3 tahun ke depan" Target jelas, waktu realistis
πŸ“Œ Prinsip Tujuan Islami

Tujuan program branding PAI harus memenuhi prinsip niyat (niat yang benar karena Allah), istiqamah (konsisten), dan tawakkal (berserah diri setelah berusaha maksimal). Prinsipnya: "Rencanakan dengan cermat seperti manusia; serahkan hasil kepada Allah dengan tawakkal seperti mukmin." Tujuan SMART adalah ikhtiar; hasilnya adalah karunia Allah.

E

Program Aksi & Tahapan Eksekusi

Program aksi adalah jembatan antara tujuan dan realitas β€” menerjemahkan visi menjadi langkah-langkah konkret yang dapat dieksekusi oleh tim.

Setiap program aksi harus memiliki 5W+1H: What (apa yang dilakukan), Why (mengapa dilakukan), Who (siapa yang melakukan), When (kapan dilakukan), Where (di mana dilakukan), dan How (bagaimana melakukannya). Ini menjamin bahwa setiap aktivitas memiliki kejelasan dan akuntabilitas.

πŸ“‹

Tahap 1: Persiapan

Pembentukan tim branding, penyusunan SOP, pelatihan SDM, pengadaan perangkat, dan persiapan infrastruktur. Fondasi yang kuat menentukan keberhasilan eksekusi.

πŸš€

Tahap 2: Peluncuran

Launching program, kampanye awal, publikasi ke stakeholder, dan aktivasi channel komunikasi. Momentum awal sangat penting untuk membangun energi positif.

βš™οΈ

Tahap 3: Eksekusi

Implementasi program sesuai timeline, monitoring harian/mingguan, dan penyesuaian taktis. Disiplin eksekusi adalah kunci keberhasilan.

πŸ“Š

Tahap 4: Monitoring

Pengukuran progress berkala, analisis data, identifikasi masalah, dan pelaporan kepada stakeholder. Monitoring yang baik mencegah penyimpangan.

πŸ”„

Tahap 5: Evaluasi

Evaluasi akhir program, analisis ROI, identifikasi pembelajaran, dan penyusunan rekomendasi untuk program berikutnya. Evaluasi adalah fondasi perbaikan berkelanjutan.

🎯

Tahap 6: Tindak Lanjut

Implementasi rekomendasi, penyempurnaan program, dan persiapan untuk siklus berikutnya. Branding adalah perjalanan berkelanjutan, bukan proyek satu kali.

Program Aksi Aktivitas Konkret Penanggung Jawab Output
Redesign Website Audit website, wireframe, desain UI/UX, development, testing, launch Tim IT + Vendor Website baru SEO-friendly
Kampanye Medsos Content planning, produksi konten, scheduling, engagement, analytics Tim Humas + Konten Konten rutin 5x/minggu
Open House Planning, promosi, pelaksanaan, follow-up leads, evaluasi Panitia Event 100+ pengunjung, 30 leads
Persiapan Akreditasi Self-evaluation, dokumen, visitasi, perbaikan, submission Tim Akreditasi Dokumen lengkap, akreditasi A
Program Alumni Database building, reunion, mentoring, donasi, networking Tim Alumni Database 1000+ alumni aktif
πŸ“Œ Prinsip Eksekusi Islami

Eksekusi program harus memenuhi prinsip itqan (profesional/tertib) dan amanah (dapat dipertanggungjawabkan). Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang dari kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan." (HR. Baihaqi). Eksekusi yang itqan adalah manifestasi iman dan profesionalisme.

F

Timeline & Pembagian Peran

Timeline adalah peta jalan yang memandu eksekusi program dari awal hingga akhir. Pembagian peran yang jelas menjamin akuntabilitas dan efisiensi kerja tim.

πŸ“… BULAN 1-2: Perencanaan & Persiapan
Analisis SWOT, penyusunan program, pembentukan tim, pelatihan SDM, pengadaan perangkat, dan persiapan infrastruktur. Output: Dokumen program lengkap, tim terbentuk, perangkat siap.
πŸ“… BULAN 3-4: Peluncuran & Eksekusi Awal
Launching program, kampanye awal, produksi konten pertama, aktivasi channel komunikasi, dan monitoring intensif. Output: Program berjalan, konten rutin, engagement awal.
πŸ“… BULAN 5-8: Eksekusi Intensif
Implementasi penuh seluruh program, event besar, kampanye terpadu, kemitraan strategis, dan monitoring berkala. Output: Program berjalan optimal, metrik meningkat.
πŸ“… BULAN 9-10: Monitoring & Evaluasi Tengah
Evaluasi pertengahan tahun, analisis progress, identifikasi masalah, penyesuaian strategi, dan pelaporan kepada stakeholder. Output: Laporan evaluasi, rekomendasi perbaikan.
πŸ“… BULAN 11-12: Evaluasi Akhir & Tindak Lanjut
Evaluasi akhir tahun, pengukuran ROI, analisis keberhasilan, penyusunan rekomendasi, dan perencanaan tahun berikutnya. Output: Laporan akhir, rencana tahun depan.
Peran Tugas Utama Kompetensi yang Dibutuhkan KPI
Project Leader Koordinasi keseluruhan, pengambilan keputusan strategis Kepemimpinan, strategi, komunikasi Keberhasilan program secara keseluruhan
Tim Digital Website, media sosial, konten digital, SEO Digital marketing, desain, analytics Traffic, engagement, conversion
Tim Humas Media relations, press release, community engagement Public relations, komunikasi, networking Coverage media, sentimen positif
Tim Event Perencanaan dan pelaksanaan event, open house Event management, logistik, kreativitas Jumlah peserta, konversi leads
Tim Riset Survei, analisis data, evaluasi program Research methodology, statistik, analisis Kualitas data, ketepatan analisis
Tim Alumni Pengelolaan database alumni, program engagement Database management, networking Jumlah alumni aktif, donasi terkumpul
πŸ“Œ Prinsip Pembagian Peran Islami

Pembagian peran harus memenuhi prinsip amanah (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat) dan syura (musyawarah dalam pengambilan keputusan). Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa mengangkat seorang pemimpin untuk mengurus masyarakat, sedangkan ada orang yang lebih baik darinya, maka ia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin." (HR. Al-Hakim). Penempatan SDM yang tepat adalah amanah yang harus dijaga.

G

Perangkat Keras & Lunak yang Diperlukan

Di era digital, perangkat keras dan lunak bukan lagi kemewahan β€” ia adalah kebutuhan strategis yang menentukan keberhasilan program branding PAI.

πŸ’»

Laptop/Komputer

Untuk pengelolaan website, desain grafis, editing video, dan analisis data. Spesifikasi minimum: i5, RAM 8GB, SSD 256GB.

HARDWARE
πŸ“±

Smartphone

Untuk produksi konten mobile, foto/video, manajemen media sosial, dan komunikasi real-time. Smartphone dengan kamera bagus sangat penting.

HARDWARE
πŸ“·

Kamera Digital

Untuk dokumentasi profesional: foto kegiatan, video profil, testimoni, dan konten visual berkualitas tinggi.

HARDWARE
🎀

Mikrofon & Lighting

Untuk produksi podcast, video interview, dan konten audio-visual berkualitas studio. Audio yang baik sama pentingnya dengan visual.

HARDWARE
🌐

Internet & Hosting

Koneksi internet stabil dan hosting website berkualitas. Fondasi infrastruktur digital yang tidak bisa ditawar.

HARDWARE
πŸ“Š

CMS (WordPress)

Platform manajemen website yang user-friendly, SEO-friendly, dan scalable. WordPress menguasai 43% pasar website global.

SOFTWARE
🎨

Canva / Adobe

Tools desain grafis untuk pembuatan konten visual: poster, banner, infografis, dan materi promosi digital.

SOFTWARE
🎬

CapCut / Premiere

Tools editing video untuk produksi konten video: reels, short video, profil lembaga, dan testimoni.

SOFTWARE
πŸ“ˆ

Google Analytics

Tools analisis website untuk tracking traffic, user behavior, dan conversion. Data-driven decision making.

SOFTWARE
πŸ“±

Meta Business Suite

Platform manajemen media sosial Facebook & Instagram: scheduling, analytics, ads management, dan inbox.

SOFTWARE
πŸ“§

Mailchimp / Email Marketing

Tools email marketing untuk newsletter, campaign, dan nurturing leads. Email marketing memiliki ROI tertinggi.

SOFTWARE
πŸ—‚οΈ

CRM (HubSpot)

Customer Relationship Management untuk mengelola database leads, calon siswa, alumni, dan stakeholder.

SOFTWARE
Kategori Perangkat Fungsi Estimasi Investasi
Hardware Utama Laptop, Smartphone, Kamera Produksi konten, manajemen digital Rp 25-50 juta
Hardware Pendukung Mikrofon, Lighting, Tripod Produksi konten profesional Rp 5-10 juta
Infrastruktur Internet, Hosting, Domain Fondasi digital Rp 5-10 juta/tahun
Software Desain Canva Pro, Adobe Creative Cloud Desain visual, editing Rp 2-5 juta/tahun
Software Marketing Mailchimp, HubSpot, Hootsuite Email marketing, CRM, social media Rp 5-15 juta/tahun
Software Analytics Google Analytics, SEMrush Analisis data, SEO, tracking Rp 0-10 juta/tahun
πŸ“Œ Prinsip Investasi Perangkat Islami

Investasi perangkat harus memenuhi prinsip maslahah (kemaslahatan) dan tidak tabdzir (boros). Pilih perangkat yang sesuai kebutuhan, bukan yang paling mahal. Prinsipnya: "Investasi pada perangkat adalah investasi pada produktivitas β€” tetapi investasi yang bijak, bukan pemborosan." Pertimbangkan juga opsi open-source dan freemium untuk mengoptimalkan anggaran.

H

Pengukuran Keberhasilan Program

"Apa yang tidak diukur, tidak dapat dikelola." β€” Pengukuran keberhasilan adalah cermin objektif yang menunjukkan apakah program branding telah mencapai tujuan yang ditetapkan.

Pengukuran keberhasilan program branding PAI dapat menggunakan berbagai model evaluasi yang telah dipelajari di Bab 13. Pemilihan model harus disesuaikan dengan konteks, tujuan, dan sumber daya lembaga. Berikut adalah beberapa model yang paling relevan:

πŸ“Š

Model NPS (Net Promoter Score)

Mengukur loyalitas stakeholder melalui pertanyaan: "Seberapa besar kemungkinan Anda merekomendasikan lembaga ini?" Skor 0-10, dibagi menjadi Promotor (9-10), Pasif (7-8), Detraktor (0-6).

🎯

Model Balanced Scorecard

Mengukur kinerja dari 4 perspektif: finansial, pelanggan, proses internal, pembelajaran & pertumbuhan. Memberikan gambaran holistik keberhasilan program.

πŸ“ˆ

Model ROI (Return on Investment)

Mengukur efisiensi investasi: ROI = [(Manfaat βˆ’ Biaya) / Biaya] Γ— 100%. Menghitung return finansial, sosial (SROI), dan spiritual dari program branding.

πŸ”

Model CIPP

Evaluasi komprehensif: Context (konteks), Input (sumber daya), Process (proses), Product (hasil). Cocok untuk evaluasi program jangka panjang.

πŸ†

Model Brand Equity (Aaker)

Mengukur kekuatan brand melalui: brand loyalty, brand awareness, perceived quality, brand associations, dan proprietary assets. Fokus pada aset intangible.

πŸ“

Model Kirkpatrick

Evaluasi 4 level: Reaction (reaksi), Learning (pembelajaran), Behavior (perubahan perilaku), Results (hasil). Cocok untuk evaluasi pelatihan dan program SDM.

Model Evaluasi Fokus Pengukuran Metrik Utama Konteks Penggunaan
NPS Loyalitas stakeholder Skor NPS (0-100) Evaluasi kepuasan & loyalitas
Balanced Scorecard Kinerja strategis holistik KPI 4 perspektif Evaluasi kinerja lembaga
ROI Efisiensi investasi Persentase ROI Evaluasi program marketing
CIPP Evaluasi program menyeluruh 4 dimensi evaluasi Program jangka panjang
Brand Equity Kekuatan brand 5 dimensi Aaker Evaluasi brand jangka panjang
Kirkpatrick Efektivitas pelatihan 4 level evaluasi Program pelatihan SDM
πŸ“Œ Refleksi Akhir Bab

Penyusunan program branding PAI adalah proses sistematis yang memadukan analisis strategis (SWOT), penetapan tujuan (SMART), perencanaan aksi (timeline & peran), penyediaan perangkat (keras & lunak), dan pengukuran keberhasilan (model evaluasi). Setiap tahapan saling terkait dan membentuk siklus berkelanjutan.

Dalam perspektif Islam, penyusunan program branding adalah manifestasi dari prinsip itqan (profesionalisme), amanah (pertanggungjawaban), dan istiqamah (konsistensi). Program yang disusun dengan sungguh-sungguh, dieksekusi dengan disiplin, dan dievaluasi dengan jujur akan menghasilkan branding yang berkah β€” yang tidak hanya membangun reputasi di dunia, tetapi juga mendapat ridha Allah SWT di akhirat kelak.

Ψ₯ΩΩ†ΩŽΩ‘ Ω±Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡ΩŽ Ω„ΩŽΨ§ ΩŠΩΨΊΩŽΩŠΩΩ‘Ψ±Ω Ω…ΩŽΨ§ Ψ¨ΩΩ‚ΩŽΩˆΫ‘Ω…Ω حَΨͺΩŽΩ‘Ω‰Ω° ΩŠΩΨΊΩŽΩŠΩΩ‘Ψ±ΩΩˆΨ§ΫŸ Ω…ΩŽΨ§ Ψ¨ΩΨ£ΩŽΩ†ΩΩΨ³ΩΩ‡ΩΩ…Ϋ‘

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri..."

β€” QS. Ar-Ra'd [13]: 11

β—† Kata Kunci Bab Ini

Program Branding Analisis SWOT Strengths Weaknesses Opportunities Threats SMART Goals Program Aksi Timeline Pembagian Peran Perangkat Keras Perangkat Lunak WordPress Canva Google Analytics CRM Pengukuran Keberhasilan NPS Balanced Scorecard ROI CIPP
πŸ“š

Daftar Referensi

Buku Utama
  1. Kotler, P., & Fox, K. A. (2022). Strategic Marketing for Educational Institutions. Pearson.
  2. Keller, K. L. (2020). Strategic Brand Management (5th ed.). Pearson.
  3. David, F. R. (2021). Strategic Management: Concepts and Cases (17th ed.). Pearson.
  4. Doran, G. T. (1981). There's a S.M.A.R.T. Way to Write Management's Goals and Objectives. Management Review.
  5. Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1996). The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action. Harvard Business School Press.
  6. Muhaimin. (2020). Paradigma Pendidikan Islam. PT Remaja Rosdakarya.
Jurnal Pendukung
  1. Journal of Marketing for Higher Education
  2. Journal of Educational Administration
  3. Journal of Islamic Marketing
  4. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
  5. Strategic Management Journal
  6. Artikel ilmiah Scopus dan SINTA lima tahun terakhir mengenai program branding, analisis SWOT, SMART goals, dan evaluasi program pendidikan Islam.
Artikel Jurnal Ilmiah (5 Tahun Terakhir)
  1. Atin, A., & Fitriati, F. (2023). Strategi Branding Image Madrasah untuk Membangun Trust Masyarakat. At-Ta'lim: Media Informasi Pendidikan Islam, 22(1). DOI: 10.29300/attalim.v22i1.2742
  2. Karsono, K., Purwanto, P., & Salman, A. M. B. (2021). Strategi Branding Dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Madrasah Tsanawiyah Negeri. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(2). DOI: 10.29040/jiei.v7i2.2649
  3. Liriwati, F. Y. (2024). Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan Islam di Pondok Pesantren. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 8(1). DOI: 10.62083/js5tay02
  4. Mundiri, A. (2016). Strategi Lembaga Pendidikan Islam Dalam Membangun Branding Image. Pedagogia: Jurnal Pendidikan, 3(2). DOI: 10.33650/pjp.v3i2.125
πŸ“

Uji Pemahaman Anda

Setelah mempelajari Bab 14, ukur pemahaman Anda melalui uji formatif yang telah disiapkan. Jawab 10 pertanyaan pilihan ganda dan 5 soal esai.

Mulai Uji Formatif β†’