BAB 5 — MATERI POKOK

📜 Konstitusi HMI

Mempelajari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMI sebagai pedoman organisasi dan aturan main ber-HMI yang mengatur hak, kewajiban, dan tata kelola organisasi

📅 8 Kali Perubahan AD/ART
📋 AD/ART sebagai Konstitusi Organisasi
⚖️ Hak & Kewajiban Anggota

Kontrol Audiobook Interaktif

Kecepatan: 1.0x

A Pengertian dan Kedudukan AD/ART HMI

1. Definisi Konstitusi Organisasi

Konstitusi organisasi adalah seperangkat aturan dasar yang menjadi pedoman tertinggi dalam penyelenggaraan kehidupan organisasi. Dalam konteks HMI, konstitusi organisasi tersebut adalah Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang disahkan melalui forum tertinggi organisasi yaitu Kongres.

Perbedaan AD dan ART

  • Anggaran Dasar (AD): Berisi ketentuan-ketentuan pokok dan fundamental organisasi yang bersifat tetap dan hanya dapat diubah melalui Kongres
  • Anggaran Rumah Tangga (ART): Berisi ketentuan-ketentuan pelaksanaan dari AD yang lebih teknis dan operasional, dapat diubah melalui Konferensi Besar atau Kongres

2. Kedudukan AD/ART dalam Hierarki Peraturan HMI

AD/ART HMI menempati posisi tertinggi dalam hierarki peraturan organisasi, di atas semua peraturan lain yang dibuat oleh organ-organ HMI.

HierarkiJenis PeraturanForum PengesahanSifat
1 (Tertinggi)Anggaran Dasar (AD)KongresFundamental, sulit diubah
2Anggaran Rumah Tangga (ART)KongresPelaksanaan AD
3Keputusan Kongres/Konbes/MunasForum tertinggiKebijakan strategis
4Peraturan Pengurus BesarPB HMITeknis operasional
5Peraturan Pengurus BadkoP. BadkoRegional/Strategis
5Peraturan Pengurus CabangP. CabangLokal/teknis

3. Fungsi AD/ART HMI

Fungsi Konstitusi HMI

  1. Fungsi Normatif: Menjadi norma dan pedoman tertinggi dalam berorganisasi
  2. Fungsi Regulatif: Mengatur hak, kewajiban, dan tata cara penyelenggaraan organisasi
  3. Fungsi Konstitutif: Membentuk dan melegitimasi keberadaan organ-organ organisasi
  4. Fungsi Protektif: Melindungi hak-hak anggota dan mencegah penyalahgunaan kekuasaan
  5. Fungsi Adaptif: Memungkinkan organisasi beradaptasi dengan perubahan zaman melalui mekanisme perubahan yang jelas

Klik tombol di atas untuk memutar video

B Sejarah Perkembangan AD/ART HMI

1. AD/ART Pertama HMI (1947)

AD/ART pertama HMI disusun oleh Lafran Pane dan kawan-kawan sebelum deklarasi pendirian pada 5 Februari 1947. AD/ART ini kemudian disempurnakan dan disahkan pada Kongres I HMI tanggal 30 November 1947 di Yogyakarta.

📜 Isi Pokok AD/ART Pertama

  • Nama: Himpunan Mahasiswa Islam
  • Tempat berdiri: Yogyakarta
  • Tanggal berdiri: 5 Februari 1947 (14 Rabiul Awal 1366 H)
  • Tujuan: Mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam
  • Keanggotaan: Terbuka untuk mahasiswa Islam

2. Delapan Kali Perubahan AD/ART

Sejak berdiri, HMI telah mengalami 8 kali perubahan AD/ART yang mencerminkan dinamika dan adaptasi organisasi terhadap perubahan zaman:

Kongres I — 30 November 1947 (Yogyakarta)

Perubahan ke-1: Pengesahan AD/ART pertama setelah masa perintisan

Kongres II — 15 Desember 1951 (Yogyakarta)

Perubahan ke-2: Penyesuaian pasca pemindahan PB ke Jakarta, konsolidasi organisasi

Kongres IV — 1955

Perubahan ke-3: Penyempurnaan struktur organisasi dan sistem kaderisasi

Kongres V — 1957

Perubahan ke-4: Penguatan independensi organisasi

Kongres VI — 1960

Perubahan ke-5: Penegasan azas dan tujuan di tengah dinamika politik

Kongres X — 1969 (Palembang)

Perubahan ke-6: Penetapan NDP sebagai landasan perjuangan

Kongres XVI — 1986 (Padang)

Perubahan ke-7: Penyesuaian dengan UU Asas Tunggal, NDP → NIK

Kongres XXII — 1999 (Jambi)

Perubahan ke-8: Kembali ke NDP, reformasi internal organisasi

Studi Kasus: Mengapa AD/ART Berubah?

Perubahan AD/ART HMI bukan berarti organisasi kehilangan identitas, melainkan bentuk adaptasi konstitusional terhadap:

  • Tuntutan zaman: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Dinamika politik: Perubahan sistem ketatanegaraan Indonesia
  • Kebutuhan internal: Penyempurnaan sistem organisasi dan kaderisasi
  • Tantangan eksternal: Persaingan ideologi dan globalisasi

Prinsip Perubahan: Setiap perubahan AD/ART harus melalui mekanisme demokratis dalam Kongres dengan persetujuan 2/3 dari peserta Kongres yang hadir.

📹 Klik tombol di atas untuk memutar video

C Azas, Tujuan, dan Sifat HMI

1. Azas HMI

HMI berasaskan Islam. Azas ini menjadi landasan spiritual dan ideologis seluruh aktivitas organisasi. Meskipun HMI menerima Pancasila sebagai dasar negara, azas organisasi tetap Islam sesuai dengan AD HMI.

📌 Makna Azas Islam dalam HMI

  • Nilai-nilai Islam menjadi sumber inspirasi perjuangan
  • NDP (Nilai Dasar Perjuangan) sebagai rumusan ideologis
  • Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber nilai
  • Ijtihad sebagai mekanisme pengembangan pemikiran

2. Tujuan HMI

Berdasarkan AD HMI, tujuan organisasi adalah "Terbentuknya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT".

Komponen TujuanMaknaImplementasi
Insan AkademisIndividu yang menguasai ilmu pengetahuanTraining, kajian ilmiah, penelitian
Insan PenciptaIndividu yang inovatif dan kreatifKarya tulis, inovasi sosial, entrepreneurship
Insan PengabdiIndividu yang berkhidmat untuk umatPengabdian masyarakat, dakwah, sosial
Bernafaskan IslamDilandasi nilai-nilai IslamAl-Quran, Hadis dan NDP
Masyarakat Adil MakmurTujuan sosial-politikAdvokasi kebijakan, gerakan sosial
Diridhai Allah SWTTujuan spiritualIbadah, akhlak, ketaqwaan

3. Sifat HMI

HMI adalah organisasi yang bersifat independen (bebas) dan otonom. Independen berarti tidak menjadi underbouw (organisasi sayap) dari kekuatan politik manapun. Otonom berarti memiliki hak dan kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri.

✅ Prinsip Independensi HMI

  • Tidak berafiliasi dengan partai politik manapun
  • Bebas menentukan sikap dan kebijakan organisasi
  • Otonom dalam mengatur internal organisasi
  • Kritis terhadap kekuasaan tanpa menjadi oposisi atau pendukung

4. Analisis Komparatif: HMI vs Organisasi Lain

AspekHMIKAMMIGMNIPMKRI
AzasIslamIslamMarhaenismeKatolik
BasisMahasiswa MuslimMahasiswa MuslimMahasiswa NasionalisMahasiswa Katolik
Berdiri1947199819541961
SifatIndependenDakwahNasionalisHumanis
KaderisasiBasic TrainingBasic TrainingSekolah KaderDiklat

D Struktur Organisasi dan Kelembagaan HMI

1. Sistem Organisasi HMI

HMI menganut sistem organisasi teritorial yang berbasis pada wilayah geografis, bukan berbasis fakultas atau jurusan. Sistem ini memungkinkan HMI memiliki jaringan yang luas dan solid di seluruh Indonesia.

2. Jenjang Struktur Organisasi

JenjangSingkatanWilayahForum TertinggiPeriode
Pengurus BesarPBNasionalKongres2 tahun
Pengurus Badan KoordinasiP. BadkoRegional/ProvinsiMusyawarah Wilayah (Muswil)2 tahun
Pengurus CabangP. CabangKota/KabupatenKonferensi Cabang (Konfercab)1 tahun
Pengurus Koordinator KomisariatP. KorkomUniversitas/InstitutMusyawarah Komisariat (Muskom)1 tahun
Pengurus KomisariatP. KomisariatFakultas/JurusanRapat Anggota Komisariat (RAT)1 tahun

3. Organ-Organ HMI

Berdasarkan AD/ART, HMI memiliki tiga organ utama:

🏛️ Tiga Organ Utama HMI

  1. Kongres / Musyawarah — Forum tertinggi yang memiliki kewenangan:
    • Menetapkan dan mengubah AD/ART
    • Menetapkan GBPK (Garis Besar Perjuangan dan Kebijakan)
    • Memilih Ketua Umum PB/PW/PC
    • Mengevaluasi pertanggungjawaban pengurus
  2. Pengurus — Organ eksekutif yang menjalankan kebijakan organisasi:
    • PENGURUS BESAR HMI (nasional)
    • PENGURUS BADKO HMI (wilayah/provinsi)
    • PENGURUS CABANG HMI (cabang/kota)
    • PENGURUS KORKOM HMI (komisariat/kampus)
    • PENGURUS KOMISARIAT HMI (ranting/fakultas)
  3. Badan Otonom — Organ khusus yang menangani bidang tertentu:
    • Korp HMI-WATI (KOHATI)
    • Lembaga-lembaga khusus Kekaryaan (LEMI, LAPMI, LPMI, LTMI, dll)
    • Badan Pengelola Latihan (BPL)

4. Struktur Pengurus Besar HMI

JabatanTugas Pokok
Ketua UmumMemimpin organisasi, mewakili HMI secara eksternal
Wakil Ketua UmumMembantu Ketua Umum, mengkoordinasi bidang
Sekretaris JenderalMengadministrasi organisasi, surat-menyurat
Bendahara UmumMengelola keuangan organisasi
Ketua Departemen/BidangMenangani bidang spesifik (Kaderisasi, PT, Sosial, dll)
Struktur Organisasi HMI

Diagram: Struktur Organisasi PB HMI

📹 Klik tombol di atas untuk memutar video

E Keanggotaan HMI

1. Syarat Keanggotaan

Berdasarkan AD/ART HMI, yang dapat menjadi anggota HMI adalah mahasiswa Muslim yang terdaftar di perguruan tinggi. Persyaratan lebih rinci diatur dalam ART.

✅ Syarat Menjadi Anggota HMI

  1. Mahasiswa aktif yang beragama Islam
  2. Menerima AD/ART HMI
  3. Bersedia aktif dalam kegiatan organisasi
  4. Telah mengikuti Basic Training (LK-1) HMI
  5. Disahkan oleh Pengurus Cabang

2. Hak Anggota HMI

Hak AnggotaPenjelasan
Hak SuaraBerhak memberikan suara dalam forum-forum organisasi
Hak DipilihBerhak dipilih sebagai pengurus atau delegasi
Hak BicaraBerhak menyampaikan pendapat dalam forum
Hak Mendapat PembinaanBerhak mendapat kaderisasi dan pengembangan diri
Hak ProteksiBerhak mendapat perlindungan dari organisasi

3. Kewajiban Anggota HMI

Kewajiban AnggotaPenjelasan
Menjunjung AD/ARTMematuhi dan melaksanakan konstitusi organisasi
Menjaga Nama BaikMenjaga marwah dan citra HMI
Aktif BerorganisasiIkut serta dalam kegiatan dan program organisasi
Membayar IuranMembayar iuran anggota sesuai ketentuan
Mengembangkan OrganisasiBerkontribusi dalam kemajuan HMI

4. Status Keanggotaan

📋 Macam-Macam Status Keanggotaan

  • Anggota Biasa: Mahasiswa aktif yang telah mengikuti BT dan disahkan
  • Anggota Luar Biasa: Mereka yang berjasa besar terhadap HMI (dianugerahkan)
  • Anggota Kehormatan: Tokoh yang dianggap berjasa (non-anggota aktif)
  • Alumni: Mantan anggota yang telah lulus kuliah

5. Berakhirnya Keanggotaan

Keanggotaan HMI berakhir karena:

  1. Meninggal dunia
  2. Atas permintaan sendiri (mengundurkan diri)
  3. Diberhentikan karena melanggar AD/ART secara berat
  4. Tidak aktif dalam jangka waktu tertentu sesuai ART

F Atribut dan Simbol HMI

1. Lambang HMI

Lambang HMI diciptakan oleh Ahmad Sadali pada periode Ketua Umum Deliar Nur (1953-1955). Lambang ini disahkan secara resmi dan menjadi identitas visual organisasi.

🎨 Filosofi Lambang HMI

  • Bentuk dan Filosofi Lambang HMI dapat dilihat pada gambar berikut:
Lambang HMI

Lambang resmi HMI yang diciptakan oleh Ahmad Sadali (1953-1955). (Ganti dengan gambar lambang HMI)

2. Bendera HMI

Bendera HMI adalah perpaduan berwarna hijau dan hitam dengan kombinasi seimbang, lambang HMI berada di antara pertemuan warna. Bendera ini dikibarkan di halaman kantor HMI dan dalam setiap acara resmi HMI bergandengan dengan bendera merah-putih sebagai simbol identitas organisasi.

Bendera HMI

Gambar Bendera HMI yang Benar

3. Hymne HMI

HMI memiliki hymne resmi yang dinyanyikan dalam setiap acara formal organisasi. Hymne ini berisi semangat perjuangan dan nilai-nilai HMI yang menginspirasi setiap kader untuk terus berjuang demi agama, bangsa, dan negara.

"Bersyukur dan ikhlas Himpunan Mahasiswa Islam... Yakin usaha sampai... Untuk kemajuan... Hidayah dan taufiq... Bahagia HMI... Berdoa dan ikrar... Menjunjung tinggi syiar Islam... Turut Qur'an dan Hadits... Jalan keselamatan... Ya Allah berkati... Bahagia HMI..."

📹 Klik tombol di atas untuk memutar video Hymne HMI

4. Muts (Peci) HMI

Muts atau peci HMI berwarna hijau dan hitam dengan perpaduan kedua warna yang seimbang, dipertemuan warna hijau-hitam di samping kiri terdapat pita putih melintang yang digunting sebanyak 17 guntingan, melambangkan angka keramat 17 rakaat shalat bagi muslim. Muts digunakan dalam acara-acara formal sebagai identitas kader HMI. Peci ini melambangkan identitas keislaman dan ke-HMI-an seorang kader.

Muts (Peci) HMI

Gambar Muts (Peci) HMI yang benar

5. Gordon HMI

Gordon HMI adalah kalung resmi HMI yang berwarna hijau dan hitam dengan lambang HMI di bagian ujung bawah gordon. Gordon digunakan dalam acara-acara formal dan resmi organisasi sebagai atribut identitas kader. Gordon melambangkan kebanggaan, kehormatan, dan identitas seorang kader HMI.

Spesifikasi Gordon HMI

  • Warna: Hijau tua (identik dengan warna Islam) dan hitam (identik dengan ilmu pengetahuan)
  • Lambang: Lambang HMI di bagian ujung bawah gordon
  • Penggunaan: Dikalungkan di leher, berada di luar kemeja, jubah, jas atau jilbab, digunakan pada Acara resmi HMI atau acara resmi di luar HMI
  • Makna: Simbol identitas, kebanggaan, dan kehormatan kader HMI
Gordon HMI

Gambar Gordon HMI dan Penggunaannya yang Benar.

6. Atribut Lainnya

AtributWarna/BentukFungsi
ID CardStandar organisasiTanda keanggotaan resmi
PinLambang HMIAksesoris identitas
StempelResmi organisasiLegalitas dokumen
Spanduk/BannerHijau dengan lambang HMIDekorasi acara resmi
StikerLambang HMIMedia promosi dan identitas

📹 Klik tombol di atas untuk memutar video

G Forum dan Mekanisme Pengambilan Keputusan

1. Jenis-Jenis Forum dalam HMI

ForumTingkatPesertaKewenanganFrekuensi
KongresNasionalDelegasi seluruh IndonesiaTertinggi: AD/ART, GBPK, Ketum PB2 tahun sekali
Kongres Luar Biasa (KLB)NasionalDelegasi seluruh IndonesiaEvaluasi kebijakan, masalah mendesakSesuai kebutuhan
Musyawarah Nasional (Munas)NasionalDelegasi nasionalTertinggi di Badan Otonom2 tahun sekali
Musyawarah Wilayah (Muswil)ProvinsiDelegasi cabangPemilihan Pengurus Badko, Evaluasi Badko2 tahun sekali
Konferensi Cabang (Konfercab)Kota/KabDelegasi komisariatPemilihan Pengurus Cabang, Evaluasi Cabang1 tahun sekali
Musyawarah Komisariat (Muskom)KampusPengurus KomisariatPemilihan Pengurus Korkom, Evaluasi Korkom1 tahun sekali
Rapat Anggota Komisariat (RAK)FakultasAnggota KomisariatPemilihan Pengurus Komisariat, Evaluasi Komisariat1 tahun sekali
Rapat PengurusSemua tingkatPengurusOperasional organisasiRutin

2. Mekanisme Pengambilan Keputusan

HMI menganut prinsip musyawarah untuk mufakat sebagai cara utama pengambilan keputusan. Jika musyawarah tidak mencapai mufakat, maka dilakukan voting dengan ketentuan:

⚖️ Ketentuan Voting dalam HMI

  • Keputusan biasa: Disetujui oleh lebih dari 50% (suara terbanyak) peserta yang hadir
  • Keputusan penting (ubah AD/ART): Memerlukan 2/3 (dua pertiga) suara peserta Kongres
  • Quorum: Sidang sah jika dihadiri minimal 50% + 1 dari jumlah peserta yang berhak
  • Voting terbuka: Untuk keputusan biasa
  • Voting rahasia: Untuk pemilihan pimpinan

3. Prinsip-Prinsip Sidang HMI

📌 Prinsip Sidang yang Baik

  1. Legal-Formal: Mengikuti AD/ART dan tata tertib sidang
  2. Demokratis: Menghargai setiap pendapat peserta
  3. Transparan: Proses dapat dipertanggungjawabkan
  4. Akuntabel: Keputusan dapat dipertanggungjawabkan
  5. Profesional: Mengedepankan substansi, bukan kepentingan pribadi

4. Studi Kasus: Proses Kongres HMI

📖 Simulasi Kongres HMI

Tahapan Kongres:

  1. Pra-Kongres: Persiapan administrasi, verifikasi delegasi, penyusunan agenda
  2. Upacara Pembukaan: Pembacaan Al-Qur'an, sambutan, laporan pertanggungjawaban
  3. Sidang Pleno: Pembahasan AD/ART, GBPK, isu strategis
  4. Sidang Komisi: Pembahasan mendalam per bidang
  5. Pemilihan Ketua Umum: Voting rahasia
  6. Penetapan Keputusan: Pengesahan hasil sidang
  7. Upacara Penutupan: Serah terima jabatan, deklarasi

Prinsip Penting: Setiap keputusan Kongres mengikat seluruh anggota dan pengurus HMI di semua jenjang.

📹 Klik tombol di atas untuk memutar video

📝 Uji Formatif Bab 5

Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat untuk setiap pertanyaan. Setelah selesai, klik tombol "Periksa Jawaban" untuk melihat hasil.
1Apa kepanjangan dari AD/ART dalam konteks organisasi HMI?
2Berapa kali HMI telah mengubah AD/ART sejak berdiri?
3Forum tertinggi dalam HMI yang berwenang mengubah AD/ART adalah:
4Siapa pencipta lambang HMI?
5Apa azas organisasi HMI berdasarkan AD?
6Jenjang struktur HMI yang berada di tingkat provinsi adalah:
7Berapa persen suara yang diperlukan untuk mengubah AD/ART dalam Kongres?
8Tujuan HMI berdasarkan AD adalah membentuk insan:
9PB HMI dipindahkan dari Yogyakarta ke Jakarta pada tahun:
10Sifat organisasi HMI berdasarkan AD/ART adalah:

📚 Referensi dan Bacaan Lanjutan

Buku:

Jurnal Ilmiah:

Sumber Online:

← Bab 4: Pengantar Ideologi Gerakan Bab 6: Teknik Persidangan →