๐Ÿ“ Evaluasi Akhir Semester

Ujian Akhir Semester

Materi Bab 1 โ€” 15: Konsep Dasar Kurikulum hingga Inovasi dan Reformasi Kurikulum di Era Digital

S
Dr. Supriadi, S.Ag., M.Pd
FTIK ยท UIN Bukittinggi
โฑ๏ธ Waktu: 120 Menit ยท Bobot: 200 Poin

๐Ÿ“‹ Petunjuk Ujian Akhir Semester (UAS)

Ujian ini mengukur pemahaman Anda terhadap seluruh materi Bab 1-15. Kerjakan seluruh soal dengan teliti. Soal pilihan ganda merupakan soal HOTS dengan narasi pengantar yang memadukan teori dan kasus. Pastikan identitas Anda terisi lengkap sebelum mengirimkan jawaban.

๐Ÿ“‹ Bagian A
Pilihan Ganda HOTS
20 soal ร— 5 poin
โœ๏ธ Bagian B
Essay
5 soal ร— 20 poin
๐Ÿ’ฏ Total Skor
200 Poin
โฑ๏ธ Waktu
120 Menit
๐Ÿ“š Materi
Bab 1 โ€” 15
๐ŸŽฏ Tingkat Soal
HOTS (Analisis-Evaluasi-Kreasi)
๐Ÿ“Š Progress Pengerjaan
โฑ๏ธ 120:00 โœ… 0/25
Skor PG
0/100
Skor Essay
0/100
Skor Akhir
0
โš ๏ธ
โŒ
โœ…
๐Ÿ‘ค

Identitas Mahasiswa

๐Ÿ“‹

Bagian A: Pilihan Ganda HOTS

20 soal ร— 5 poin

Setiap soal dilengkapi dengan narasi pengantar yang memadukan teori dan kasus. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat.

1
๐Ÿ“– Narasi: Sebuah PTKI sedang melakukan evaluasi kurikulum. Tim pengembang menemukan bahwa mahasiswa kesulitan menghubungkan mata kuliah agama dengan mata kuliah umum. Hal ini menunjukkan adanya dikotomi dalam pemahaman ilmu. Seorang dosen senior mengusulkan pendekatan yang memandang semua ilmu sebagai satu kesatuan dalam kerangka tauhid.
Pendekatan yang diusulkan oleh dosen senior tersebut termasuk dalam model integrasi ilmu dan nilai Islam yang disebut...
A
B
C
D
E
2
๐Ÿ“– Narasi: Pada tahun 2024, sebuah madrasah di daerah pedesaan ingin mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani dan nelayan. Tim pengembang memutuskan untuk melibatkan guru secara aktif dalam setiap tahap pengembangan kurikulum, mulai dari diagnosis kebutuhan hingga evaluasi.
Pendekatan pengembangan kurikulum yang digunakan oleh madrasah tersebut sesuai dengan model yang dikembangkan oleh...
A
B
C
D
E
3
๐Ÿ“– Narasi: Dalam menghadapi era Society 5.0, sebuah PTKI ingin mengembangkan kurikulum yang responsif. Mereka menyadari bahwa kurikulum harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Tim pengembang memutuskan untuk memberikan fleksibilitas yang luas kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi.
Kebijakan yang memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi melalui magang, pertukaran, dan kegiatan lainnya adalah...
A
B
C
D
E
4
๐Ÿ“– Narasi: Seorang dosen ingin menilai kemampuan mahasiswa dalam menganalisis kasus pendidikan. Ia memberikan sebuah kasus tentang kebijakan kurikulum yang kontroversial dan meminta mahasiswa untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi kebijakan tersebut serta mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas pendidikan.
Berdasarkan Taksonomi Bloom, kemampuan untuk mengidentifikasi faktor dan mengevaluasi dampak termasuk dalam tingkat...
A
B
C
D
E
5
๐Ÿ“– Narasi: Sebuah pesantren tradisional ingin mempertahankan kajian kitab kuning sebagai inti kurikulum, namun juga ingin mengintegrasikan pendidikan umum dan keterampilan vokasi. Mereka juga ingin mengembangkan kewirausahaan berbasis pesantren dan memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran.
Tipologi pesantren yang paling sesuai dengan karakteristik di atas adalah...
A
B
C
D
E
6
๐Ÿ“– Narasi: Dalam pengembangan kurikulum, terjadi perdebatan tentang apakah kurikulum harus berorientasi pada penguasaan materi atau penguasaan kompetensi. Pendekatan pertama menekankan pada apa yang diajarkan, sedangkan pendekatan kedua menekankan pada kemampuan yang dicapai oleh peserta didik.
Perbedaan mendasar antara kurikulum berbasis konten dan kurikulum berbasis kompetensi terletak pada...
A
B
C
D
E
7
๐Ÿ“– Narasi: Sebuah PTKI di kawasan Timur Indonesia menghadapi tantangan dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan konteks lokal. Mereka ingin mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal, serta memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau mahasiswa di daerah terpencil.
Prinsip pengembangan kurikulum yang paling relevan dengan kasus tersebut adalah prinsip...
A
B
C
D
E
8
๐Ÿ“– Narasi: Dalam mengevaluasi pembelajaran, seorang dosen ingin menggunakan pendekatan yang menilai kemampuan mahasiswa dalam konteks nyata, bukan hanya pengetahuan teoritis. Ia meminta mahasiswa untuk membuat portofolio, proyek, dan presentasi yang menunjukkan aplikasi pengetahuan mereka.
Pendekatan evaluasi yang digunakan oleh dosen tersebut disebut...
A
B
C
D
E
9
๐Ÿ“– Narasi: Sebuah program studi di PTKI ingin mengembangkan kurikulum yang berorientasi pada pencapaian hasil belajar yang jelas dan terukur. Setiap mata kuliah dirancang dengan capaian pembelajaran yang spesifik, dan evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa mencapai kompetensi yang ditetapkan.
Model pengembangan kurikulum yang digunakan oleh program studi tersebut dikenal dengan...
A
B
C
D
E
10
๐Ÿ“– Narasi: Dalam sejarah pendidikan Islam, masa Dinasti Abbasiyah dikenal sebagai puncak keemasan peradaban Islam. Pada masa ini, kurikulum sangat luas dan mencakup berbagai disiplin ilmu, termasuk Al-Qur'an, hadis, fikih, bahasa Arab, filsafat, matematika, astronomi, dan kedokteran. Ilmu dipandang terintegrasi dan tidak ada dikotomi.
Karakteristik kurikulum pada masa Dinasti Abbasiyah menunjukkan bahwa...
A
B
C
D
E
11
๐Ÿ“– Narasi: Seorang dosen ingin merancang pembelajaran yang efektif dengan menggunakan pendekatan yang memindahkan penyampaian materi ke rumah melalui video, sehingga waktu kelas dapat digunakan untuk diskusi, praktik, dan pemecahan masalah. Pendekatan ini dianggap lebih efektif untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Pendekatan pembelajaran yang dimaksud adalah...
A
B
C
D
E
12
๐Ÿ“– Narasi: Dalam pengembangan kurikulum, tim pengembang dihadapkan pada pilihan antara model yang bersifat linier dan model yang bersifat siklikal. Model linier lebih sederhana tetapi kurang fleksibel, sedangkan model siklikal memungkinkan evaluasi dan perbaikan di setiap tahap.
Model pengembangan kurikulum yang bersifat siklikal/spiral dikembangkan oleh...
A
B
C
D
E
13
๐Ÿ“– Narasi: Sebuah PTKI sedang mengevaluasi efektivitas kurikulumnya. Mereka menggunakan model evaluasi yang menilai empat aspek: konteks di mana kurikulum dikembangkan, input (sumber daya yang tersedia), proses implementasi, dan produk (hasil yang dicapai). Model ini dianggap komprehensif karena mencakup seluruh siklus kurikulum.
Model evaluasi yang digunakan oleh PTKI tersebut adalah...
A
B
C
D
E
14
๐Ÿ“– Narasi: Dalam pengembangan kurikulum di PTKI, salah satu karakteristik utamanya adalah mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap mata kuliah, bukan hanya mata kuliah agama. Hal ini memastikan bahwa lulusan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki integritas dan akhlak mulia.
Karakteristik PTKI yang dimaksud adalah...
A
B
C
D
E
15
๐Ÿ“– Narasi: Sebuah madrasah ingin mengembangkan kurikulum yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama dan umum, tetapi juga membentuk karakter siswa. Mereka menekankan pada pembiasaan shalat berjamaah, kajian rutin, dan kegiatan keagamaan sebagai bagian integral dari kurikulum.
Pendekatan yang digunakan madrasah tersebut dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam disebut...
A
B
C
D
E
16
๐Ÿ“– Narasi: Dalam menghadapi era digital, sebuah PTKI mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan literasi digital, keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication), dan nilai-nilai Islam. Kurikulum ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif secara global namun tetap memiliki identitas keislaman yang kuat.
Pendekatan pengembangan kurikulum yang digunakan oleh PTKI tersebut merupakan contoh dari...
A
B
C
D
E
17
๐Ÿ“– Narasi: Seorang dosen ingin merumuskan tujuan pembelajaran yang efektif. Ia ingin memastikan bahwa tujuan yang dirumuskan dapat diukur, realistis, dan memiliki batas waktu yang jelas. Ia merujuk pada kriteria tertentu untuk memastikan kualitas tujuan pembelajaran.
Kriteria tujuan pembelajaran yang dimaksud adalah...
A
B
C
D
E
18
๐Ÿ“– Narasi: Dalam pengembangan kurikulum di madrasah, terdapat perbedaan pendekatan antara madrasah yang mengintegrasikan pendidikan agama dan umum, dengan pesantren yang lebih berfokus pada kajian kitab kuning. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Perbedaan mendasar antara madrasah dan pesantren terletak pada...
A
B
C
D
E
19
๐Ÿ“– Narasi: Sebuah PTKI sedang mengembangkan kurikulum baru. Mereka melakukan analisis kebutuhan yang komprehensif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dan merumuskan capaian pembelajaran yang sesuai dengan KKNI. Mereka juga mengintegrasikan kebijakan MBKM untuk memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa.
Langkah-langkah yang dilakukan PTKI tersebut merupakan bagian dari proses...
A
B
C
D
E
20
๐Ÿ“– Narasi: Dalam pendidikan Islam, evaluasi tidak hanya menilai aspek kognitif tetapi juga aspek spiritual dan moral. Seorang dosen menilai mahasiswanya tidak hanya berdasarkan nilai ujian, tetapi juga berdasarkan kejujuran, disiplin, dan kontribusi mereka dalam kegiatan keagamaan. Pendekatan ini mencerminkan prinsip-prinsip evaluasi dalam Islam.
Prinsip evaluasi dalam Islam yang menekankan pada kejujuran dan objektivitas disebut prinsip...
A
B
C
D
E
โœ๏ธ

Bagian B: Essay

5 soal ร— 20 poin

Jawablah pertanyaan berikut dengan uraian yang sistematis, kritis, dan komprehensif.

1
๐Ÿ“– Kasus: Sebuah PTKI di daerah dengan keberagaman budaya yang tinggi ingin mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap konteks lokal. Mereka ingin mengintegrasikan nilai-nilai Islam, kearifan lokal, dan ilmu pengetahuan modern. Namun, mereka juga harus memenuhi standar nasional dan tuntutan akreditasi.
Pertanyaan: Analisislah bagaimana landasan filosofis, psikologis, sosial-budaya, dan IPTEKS dapat diintegrasikan dalam pengembangan kurikulum PTKI di daerah dengan keberagaman budaya! Berikan langkah-langkah konkret yang harus dilakukan!
2
๐Ÿ“– Kasus: Sebuah program studi Pendidikan Agama Islam sedang mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi. Tim pengembang berdebat tentang model pengembangan yang akan digunakan: Model Tyler yang linier atau Model Wheeler yang siklikal. Mereka juga mempertimbangkan model integratif-holistik untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam.
Pertanyaan: Bandingkan dan kontraskan Model Tyler, Model Wheeler, dan Model Integratif-Holistik! Menurut Anda, model mana yang paling sesuai untuk pengembangan kurikulum PAI di PTKI era Society 5.0? Berikan alasan yang kuat!
3
๐Ÿ“– Kasus: Dalam rangka menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, sebuah PTKI merancang kurikulum yang mengintegrasikan literasi digital, keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication), dan nilai-nilai Islam. Mereka juga menerapkan model pembelajaran inovatif seperti flipped classroom dan project-based learning.
Pertanyaan: Analisislah bagaimana inovasi dan reformasi kurikulum di era digital dapat diimplementasikan di PTKI! Jelaskan tantangan dan peluang yang dihadapi serta strategi untuk mengatasi tantangan tersebut!
4
๐Ÿ“– Kasus: Sebuah pesantren tradisional ingin bertransformasi menjadi pesantren modern yang tetap mempertahankan identitas keislamannya. Mereka ingin mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan kajian kitab kuning, pendidikan umum, dan keterampilan vokasi. Mereka juga ingin memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran.
Pertanyaan: Bagaimana pengembangan kurikulum di pesantren dapat dilakukan untuk menjawab tantangan era modern tanpa kehilangan identitas tradisional? Berikan rekomendasi strategis untuk transformasi kurikulum pesantren!
5
๐Ÿ“– Kasus: Sebuah PTKI ingin mengembangkan kurikulum yang benar-benar mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam. Mereka tidak ingin integrasi hanya sebatas penambahan ayat Al-Qur'an dalam silabus, tetapi integrasi yang mendalam yang mempengaruhi cara berpikir, cara mengajar, dan cara menilai. Mereka merujuk pada berbagai model integrasi yang telah dikembangkan.
Pertanyaan: Bandingkan 4 model integrasi ilmu dan nilai Islam (literer, rekonstruksi, integratif-holistik, dan interkoneksi)! Manakah yang paling ideal untuk PTKI dan bagaimana implementasinya dalam kurikulum, pembelajaran, dan evaluasi?
๐Ÿ†

Hasil Ujian Akhir Semester

Materi Bab 1 โ€” 15

Skor Akhir
0/200
๐Ÿ“‹ Pilihan Ganda
0/100
โœ๏ธ Essay
0/100
Predikat
-
-