Bab 3

Keterampilan Bertanya dan Membuat Variasi

Memahami teknik bertanya yang efektif untuk menggali pemahaman siswa serta keterampilan membuat variasi dalam pembelajaran untuk menjaga perhatian dan motivasi belajar siswa

Pendahuluan

Keterampilan bertanya dan membuat variasi merupakan dua keterampilan dasar mengajar yang sangat penting dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Kedua keterampilan ini menjadi kunci untuk membangun komunikasi dua arah antara guru dan siswa, serta menjaga dinamika pembelajaran tetap hidup dan menarik.

Keterampilan bertanya adalah kemampuan guru dalam mengajukan pertanyaan yang dirancang secara sistematis untuk merangsang berpikir, menggali pemahaman, dan mendorong partisipasi siswa dalam proses pembelajaran (Brown, 2001). Pertanyaan yang baik tidak hanya menguji ingatan tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Menurut penelitian, penggunaan pertanyaan yang efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan effect size 0.48 (Hattie, 2009).

Keterampilan membuat variasi adalah kemampuan guru dalam melakukan perubahan atau variasi dalam proses pembelajaran untuk menjaga perhatian siswa, mencegah kebosanan, dan menciptakan suasana belajar yang dinamis dan menyenangkan (Joyce, Weil, & Calhoun, 2015). Variasi dapat dilakukan dalam berbagai aspek pembelajaran, termasuk gaya mengajar, media, interaksi, dan pola kegiatan.

Dalam konteks pendidikan Indonesia, kedua keterampilan ini menjadi semakin relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran yang interaktif, partisipatif, dan berpusat pada siswa. Guru dituntut untuk tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi fasilitator yang mampu merangsang pemikiran siswa melalui pertanyaan-pertanyaan yang bermakna dan menciptakan variasi pembelajaran yang menarik.

Video: Pentingnya Keterampilan Bertanya dan Membuat Variasi

Simak video ini untuk memahami mengapa keterampilan bertanya dan membuat variasi sangat penting dalam pembelajaran.

Sumber: Youtube / Kanal Pendidikan

🔑 Konsep Kunci

Bertanya: Kegiatan mengajukan pertanyaan yang terencana dan terstruktur untuk menggali pengetahuan, merangsang berpikir, dan mendorong interaksi belajar yang aktif antara guru dan siswa.

Variasi: Perubahan yang sengaja dilakukan dalam proses pembelajaran untuk menghindari monoton, menjaga perhatian siswa, dan meningkatkan efektivitas pembelajaran.

📖 Studi Kasus 1: Dampak Pertanyaan yang Efektif

Di sebuah SMA di Surabaya, seorang guru sejarah sering mengajukan pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban "ya" atau "tidak". Siswa cenderung pasif dan kurang termotivasi. Setelah mengikuti pelatihan tentang teknik bertanya, guru tersebut mulai menggunakan pertanyaan terbuka dan probing. Ia mengajukan pertanyaan seperti, "Menurut Anda, mengapa peristiwa ini terjadi?" dan "Apa hubungannya dengan kondisi saat ini?"

Hasil: Partisipasi siswa meningkat dari 30% menjadi 85%. Siswa menjadi lebih aktif berpikir dan berdiskusi. Nilai rata-rata ulangan meningkat dari 68 menjadi 79.

💭 Refleksi untuk Guru Indonesia

Di Indonesia, siswa sering kali enggan bertanya atau menjawab karena takut salah. Guru perlu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, di mana kesalahan dilihat sebagai bagian dari proses belajar. Berikan penghargaan atas keberanian siswa untuk menjawab, bukan hanya atas jawaban yang benar. Selain itu, variasi pembelajaran sangat penting mengingat rentang perhatian siswa yang terbatas, terutama di era digital.

3.1 Landasan Teoretis Keterampilan Bertanya dan Membuat Variasi

Pemahaman tentang landasan teoretis sangat penting bagi guru untuk mengimplementasikan keterampilan bertanya dan membuat variasi secara efektif.

3.1.1 Teori Taksonomi Bloom (Revisi)

Taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl (2001) mengklasifikasikan tingkat berpikir menjadi enam tingkatan: Mengingat (C1), Memahami (C2), Menerapkan (C3), Menganalisis (C4), Mengevaluasi (C5), dan Menciptakan (C6). Teori ini sangat relevan dengan keterampilan bertanya karena membantu guru merancang pertanyaan pada berbagai tingkat kognitif.

Implikasi dari teori ini untuk keterampilan bertanya:

  • Pertanyaan harus bervariasi dari tingkat rendah ke tingkat tinggi
  • Pertanyaan tingkat tinggi mendorong berpikir kritis dan kreatif
  • Guru perlu merancang pertanyaan yang mencakup semua tingkat kognitif
  • Penggunaan kata kerja operasional yang tepat untuk setiap tingkat

3.1.2 Teori Pertanyaan Sokratik (Socratic Questioning)

Metode Sokratik, yang dikembangkan oleh filsuf Yunani Socrates, adalah teknik bertanya yang bertujuan untuk merangsang berpikir kritis dan menggali asumsi yang mendasari pemikiran seseorang. Enam jenis pertanyaan Sokratik meliputi:

  • Pertanyaan Klarifikasi: "Apa maksud Anda dengan...?"
  • Pertanyaan Asumsi: "Apa yang Anda asumsikan tentang...?"
  • Pertanyaan Alasan dan Bukti: "Mengapa Anda berpikir demikian?"
  • Pertanyaan Perspektif: "Bagaimana pandangan orang lain tentang ini?"
  • Pertanyaan Implikasi: "Apa akibat dari pemikiran ini?"
  • Pertanyaan Pertanyaan: "Pertanyaan apa yang masih perlu diajukan?"

3.1.3 Teori Motivasi dan Perhatian (Keller & Gagné)

John Keller (1987) mengembangkan model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) yang sangat relevan dengan keterampilan membuat variasi. Model ini menekankan bahwa untuk memotivasi siswa, guru harus:

  • Attention (Perhatian): Menarik dan mempertahankan perhatian siswa melalui variasi
  • Relevance (Relevansi): Menunjukkan relevansi materi dengan kehidupan siswa
  • Confidence (Kepercayaan Diri): Membangun keyakinan siswa bahwa mereka mampu belajar
  • Satisfaction (Kepuasan): Memberikan pengalaman belajar yang memuaskan

Gagné (1985) juga menekankan pentingnya variasi dalam peristiwa pembelajaran, terutama dalam menarik dan mempertahankan perhatian siswa.

Video: Landasan Teoretis Bertanya dan Variasi

Video ini menjelaskan teori-teori yang mendasari keterampilan bertanya dan membuat variasi.

Sumber: Youtube / Kanal Pendidikan

📚 Referensi Teoretis

  • Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing. New York: Longman.
  • Gagné, R. M. (1985). The Conditions of Learning and Theory of Instruction. New York: Holt, Rinehart and Winston.
  • Keller, J. M. (1987). Development and use of the ARCS model. Journal of Instructional Development, 10(3), 2-10.
  • Paul, R., & Elder, L. (2006). The Thinker's Guide to the Art of Socratic Questioning. Dillon Beach: Foundation for Critical Thinking.

3.2 Keterampilan Bertanya

Keterampilan bertanya adalah salah satu keterampilan paling fundamental dalam mengajar. Menurut penelitian, guru rata-rata mengajukan 300-400 pertanyaan per hari, namun hanya sekitar 20% yang merupakan pertanyaan tingkat tinggi (Walsh & Sattes, 2005). Oleh karena itu, penting bagi guru untuk meningkatkan kualitas pertanyaan yang diajukan.

3.2.1 Tujuan dan Manfaat Keterampilan Bertanya

Tujuan keterampilan bertanya:

  • Menggali pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap materi
  • Merangsang berpikir kritis dan analitis siswa
  • Mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran
  • Mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami siswa
  • Memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran
  • Membangun komunikasi dua arah antara guru dan siswa

Manfaat keterampilan bertanya:

  • Menciptakan interaksi dua arah antara guru dan siswa
  • Meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa
  • Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa
  • Membantu siswa mengorganisasi dan mengintegrasikan pengetahuan
  • Menciptakan suasana belajar yang dinamis dan menyenangkan
  • Meningkatkan retensi informasi (efek 0.48 menurut Hattie, 2009)

3.2.2 Jenis-Jenis Pertanyaan

Klasifikasi Jenis Pertanyaan Kata Kunci Contoh
Berdasarkan Taksonomi Bloom Mengingat (C1) siapa, apa, kapan, di mana "Siapa presiden pertama Indonesia?"
Memahami (C2) jelaskan, bandingkan, bedakan "Jelaskan perbedaan antara mitosis dan meiosis!"
Menerapkan (C3) bagaimana menggunakan, terapkan "Bagaimana menggunakan rumus ini untuk menyelesaikan soal?"
Menganalisis (C4) mengapa, apa hubungannya "Mengapa peristiwa itu terjadi?"
Mengevaluasi (C5) apa pendapat Anda, apakah setuju "Apakah Anda setuju dengan kebijakan ini?"
Menciptakan (C6) bagaimana jika, rancanglah "Bagaimana jika tidak ada listrik di dunia?"
Berdasarkan Sifat Jawaban Tertutup - "Apakah ini benar?" (ya/tidak)
Terbuka - "Apa pendapat Anda tentang ...?"
Berdasarkan Tujuan Apersepsi - "Apa yang kalian ketahui tentang..."
Fokus - "Perhatikan gambar ini, apa yang menarik?"
Probe - "Mengapa menurut Anda demikian?"
Refleksi - "Apa yang sudah kalian pelajari hari ini?"

3.2.3 Teknik Bertanya yang Efektif

Berdasarkan penelitian Walsh dan Sattes (2005), terdapat beberapa teknik bertanya yang efektif:

  • Pertanyaan Ditujukan ke Seluruh Kelas: Ajukan pertanyaan terlebih dahulu, lalu tunjuk siswa
  • Memberi Waktu Berpikir (Wait Time): Berikan waktu 3-5 detik setelah bertanya (Rowe, 1974)
  • Redistribusi Pertanyaan: Sebarkan pertanyaan ke seluruh siswa
  • Prompting: Berikan bantuan atau petunjuk saat siswa kesulitan
  • Probing: Tindak lanjut dengan pertanyaan lanjutan untuk menggali lebih dalam
  • Redirecting: Mengarahkan pertanyaan ke siswa lain
  • Variasi Intonasi: Gunakan nada dan ekspresi yang bervariasi

📖 Studi Kasus 2: Menerapkan Wait Time

Di sebuah SD di Medan, seorang guru matematika biasanya memberikan waktu kurang dari 1 detik setelah bertanya sebelum menjawab sendiri. Setelah mengikuti pelatihan, ia mulai memberikan waktu 3-5 detik untuk berpikir. Hasilnya, lebih banyak siswa yang mengangkat tangan dan memberikan jawaban yang lebih baik.

Hasil: Jumlah siswa yang menjawab meningkat dari 3-4 orang menjadi 10-12 orang per pertanyaan. Kualitas jawaban juga meningkat, dengan lebih banyak jawaban yang lengkap dan beralasan.

3.2.4 Prinsip-Prinsip Bertanya yang Efektif

  • Kejelasan: Rumuskan pertanyaan dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami
  • Kesesuaian: Sesuaikan dengan tingkat kemampuan dan perkembangan siswa
  • Variasi: Gunakan berbagai jenis pertanyaan untuk merangsang berbagai kemampuan
  • Urutan: Mulai dari pertanyaan sederhana ke yang lebih kompleks
  • Distribusi: Sebarkan pertanyaan secara merata ke seluruh siswa
  • Umpan Balik: Berikan respons positif terhadap jawaban siswa
  • Kesabaran: Beri waktu siswa untuk berpikir sebelum menjawab

Video: Teknik Bertanya yang Efektif

Pelajari teknik-teknik bertanya yang efektif melalui video ini.

Sumber: Youtube / Kanal Pendidikan

3.3 Keterampilan Membuat Variasi

Keterampilan membuat variasi adalah kemampuan guru untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran agar tetap menarik dan tidak monoton. Menurut penelitian, perhatian siswa mulai menurun setelah 10-15 menit ceramah, sehingga variasi sangat penting untuk mempertahankan perhatian (Sousa, 2011).

3.3.1 Tujuan dan Manfaat Membuat Variasi

Tujuan membuat variasi:

  • Menjaga perhatian dan konsentrasi siswa selama pembelajaran
  • Mencegah kebosanan dan kejenuhan siswa
  • Menciptakan suasana belajar yang dinamis dan menyenangkan
  • Mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa
  • Meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa

Manfaat membuat variasi:

  • Pembelajaran lebih menarik dan tidak monoton
  • Siswa lebih antusias dan bersemangat belajar
  • Materi lebih mudah dipahami karena disajikan dari berbagai sudut pandang
  • Meningkatkan retensi dan daya ingat siswa
  • Menciptakan pengalaman belajar yang bermakna
  • Mengurangi kelelahan dan kebosanan siswa

3.3.2 Aspek-Aspek Variasi dalam Pembelajaran

Aspek Bentuk Variasi Contoh
Gaya Mengajar Variasi Suara Perubahan volume, kecepatan, intonasi
Variasi Gerakan Perubahan posisi, gestur, ekspresi
Variasi Kontak Pandang Melihat ke seluruh bagian kelas
Variasi Bahasa Menggunakan bahasa yang bervariasi dan menarik
Media Pembelajaran Media Visual Gambar, diagram, peta, grafik
Media Audio Musik, suara, podcast
Media Audiovisual Video, film, animasi
Media Realia Benda nyata, alat peraga
Interaksi Guru-Siswa Tanya jawab, ceramah interaktif
Siswa-Siswa Diskusi, kerja kelompok, tutor sebaya
Siswa-Materi Eksplorasi, penemuan, praktik
Pola Kegiatan Individu Tugas mandiri, latihan
Berpasangan Diskusi pair, peer teaching
Kelompok Kecil Diskusi kelompok, proyek
Klasikal Presentasi, ceramah

3.3.3 Teknik Membuat Variasi yang Efektif

  • Ice Breaking: Permainan singkat untuk mencairkan suasana
  • Ganti Metode Mengajar: Bergantian antara ceramah, diskusi, demonstrasi
  • Gunakan Teknologi: Manfaatkan media digital dan interaktif
  • Beri Tantangan: Berikan tugas atau masalah yang menantang
  • Libatkan Siswa: Ajak siswa untuk aktif berpartisipasi
  • Buat Kejutan: Berikan hal-hal yang tidak terduga
  • Atur Ulang Kelas: Ubah formasi tempat duduk
  • Gunakan Musik: Putar musik latar yang sesuai
  • Storytelling: Sampaikan cerita yang relevan
  • Role Play: Ajak siswa bermain peran

📖 Studi Kasus 3: Variasi yang Menyelamatkan Pembelajaran

Di sebuah SMP di Makassar, guru bahasa Indonesia mengajar tentang puisi. Setelah 20 menit ceramah tentang unsur-unsur puisi, siswa mulai terlihat bosan dan tidak fokus. Guru kemudian melakukan variasi dengan membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil untuk menganalisis puisi secara berkelompok. Setelah itu, setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya.

Hasil: Siswa menjadi lebih aktif dan antusias. Pemahaman mereka tentang unsur-unsur puisi meningkat secara signifikan, dengan nilai rata-rata naik dari 70 menjadi 85.

Video: Teknik Membuat Variasi dalam Pembelajaran

Pelajari berbagai teknik membuat variasi dalam pembelajaran.

Sumber: Youtube / Kanal Pendidikan

💡 Tips Praktis untuk Guru

• Variasikan pembukaan pelajaran setiap pertemuan
• Gunakan minimal 3 metode berbeda dalam satu pertemuan
• Manfaatkan sumber belajar dari lingkungan sekitar
• Berikan kesempatan siswa untuk memilih cara belajar
• Akhiri pelajaran dengan cara yang berbeda dan berkesan
• Amati respons siswa terhadap variasi yang diberikan
• Catat variasi yang efektif untuk digunakan kembali

3.4 Integrasi Keterampilan Bertanya dan Membuat Variasi

Dalam praktik pembelajaran yang efektif, keterampilan bertanya dan membuat variasi saling melengkapi dan terintegrasi. Guru yang terampil bertanya akan lebih mudah melakukan variasi, dan sebaliknya, variasi yang baik akan menciptakan lebih banyak peluang untuk bertanya secara efektif.

3.4.1 Strategi Integrasi dalam Pembelajaran

  • Bervariasi dalam Bertanya: Gunakan berbagai jenis pertanyaan (tertutup, terbuka, probing)
  • Bertanya dengan Media Variatif: Gunakan gambar, video, atau benda untuk memicu pertanyaan
  • Variasi Pola Bertanya: Bergantian antara bertanya ke individu, kelompok, dan kelas
  • Gunakan Pertanyaan sebagai Variasi: Ubah ceramah menjadi sesi tanya jawab interaktif
  • Variasi Respons: Berikan respons yang bervariasi terhadap jawaban siswa
Teknik Variasi Integrasi dengan Bertanya Contoh Penerapan
Video Trigger Bertanya setelah menonton video Tampilkan video, lalu ajukan pertanyaan analisis
Think-Pair-Share Bertanya pada setiap tahap Pertanyaan individu, diskusi pasangan, presentasi
Gallery Walk Bertanya saat mengamati karya Siswa bertanya tentang karya kelompok lain
Role Play Bertanya dalam karakter Siswa bertanya seolah-olah sebagai tokoh sejarah

3.4.2 Contoh Praktis di Kelas

Contoh 1: Pembelajaran dengan Video Trigger

  • Guru menampilkan video pendek (variasi media)
  • Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis tentang video (variasi bertanya)
  • Siswa berdiskusi dalam kelompok (variasi interaksi)
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi (variasi kegiatan)

Contoh 2: Pembelajaran dengan Metode Gallery Walk

  • Siswa membuat poster tentang topik (variasi kegiatan)
  • Poster ditempel di dinding (variasi pengaturan)
  • Kelompok lain berkeliling dan memberikan pertanyaan (variasi bertanya)
  • Kelompok pemilik poster menjawab pertanyaan (variasi interaksi)

Video: Integrasi Keterampilan Bertanya dan Variasi

Pahami bagaimana mengintegrasikan kedua keterampilan ini dalam pembelajaran yang efektif.

Sumber: Youtube / Kanal Pendidikan

📌 Kesimpulan

Keterampilan bertanya dan membuat variasi merupakan dua kompetensi fundamental yang saling melengkapi dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, interaktif, dan menyenangkan. Dengan menguasai kedua keterampilan ini, guru dapat menciptakan suasana belajar yang dinamis dan mendorong siswa untuk aktif, kritis, dan kreatif dalam proses pembelajaran.

📚 Daftar Pustaka

  • Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing. New York: Longman.
  • Brown, H. D. (2001). Teaching by Principles: An Interactive Approach to Language Pedagogy. New York: Longman.
  • Gagné, R. M. (1985). The Conditions of Learning and Theory of Instruction. New York: Holt, Rinehart and Winston.
  • Hattie, J. (2009). Visible Learning: A Synthesis of Over 800 Meta-Analyses Relating to Achievement. London: Routledge.
  • Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2015). Models of Teaching (9th ed.). Boston: Pearson.
  • Keller, J. M. (1987). Development and use of the ARCS model of instructional design. Journal of Instructional Development, 10(3), 2-10.
  • Paul, R., & Elder, L. (2006). The Thinker's Guide to the Art of Socratic Questioning. Dillon Beach: Foundation for Critical Thinking.
  • Rowe, M. B. (1974). Wait-time and rewards as instructional variables. Journal of Research in Science Teaching, 11(2), 81-94.
  • Sousa, D. A. (2011). How the Brain Learns (4th ed.). Thousand Oaks: Corwin Press.
  • Supriadi. (2024). Micro Teaching: Keterampilan Dasar Mengajar untuk Calon Pendidik Profesional. Bukittinggi: FTIK UIN Bukittinggi.
  • Walsh, J. A., & Sattes, B. D. (2005). Quality Questioning: Research-Based Practice to Engage Every Learner. Thousand Oaks: Corwin Press.

📋 Uji Formatif 3: Keterampilan Bertanya dan Membuat Variasi

📝 Bagian A: Pilihan Ganda (10 soal, skor 10/soal) ✍️ Bagian B: Essay (5 soal, skor 20/soal) 📚 Materi: Keterampilan bertanya & membuat variasi
⚠️ Mohon lengkapi semua data dan jawaban terlebih dahulu!

📋 Data Mahasiswa

📋 Bagian A – Pilihan Ganda

⚠️ Mohon lengkapi semua 10 soal pilihan ganda terlebih dahulu!

1. Menurut Taksonomi Bloom revisi, tingkat berpikir yang melibatkan kemampuan menciptakan sesuatu yang baru disebut...

2. Teknik bertanya yang memberikan waktu 3-5 detik setelah bertanya sebelum meminta jawaban disebut...

3. Menurut model ARCS Keller, huruf "A" menunjukkan...

4. Pertanyaan Sokratik yang bertujuan untuk menggali asumsi yang mendasari pemikiran seseorang adalah...

5. Menurut Hattie (2009), effect size keterampilan bertanya terhadap hasil belajar siswa adalah...

6. Aspek variasi yang meliputi perubahan volume, kecepatan, dan intonasi suara termasuk dalam...

7. Teknik membuat variasi dengan mengubah formasi tempat duduk siswa termasuk dalam...

8. Menurut penelitian Rowe (1974), wait time yang ideal adalah...

9. Dalam konteks Indonesia, hal yang perlu diperhatikan dalam bertanya adalah...

10. Contoh integrasi keterampilan bertanya dan variasi adalah...

✍️ Bagian B – Essay

⚠️ Mohon isi semua 5 soal essay!

1. Jelaskan secara komprehensif tentang Taksonomi Bloom revisi dan implikasinya terhadap keterampilan bertanya! Berikan contoh pertanyaan untuk setiap tingkat kognitif!

2. Bandingkan dan kontraskan teknik prompting, probing, dan redirecting dalam bertanya! Berikan contoh penerapannya dalam pembelajaran!

3. Analisis pentingnya keterampilan membuat variasi dalam konteks pendidikan Indonesia! Berikan contoh variasi yang sesuai dengan karakteristik siswa Indonesia!

4. Jelaskan model ARCS Keller dan bagaimana model ini dapat diterapkan dalam membuat variasi pembelajaran! Berikan contoh konkret untuk setiap komponen!

5. Rancang sebuah skenario pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan bertanya dan membuat variasi untuk satu topik tertentu! Jelaskan langkah-langkahnya secara rinci!

📊 Hasil Uji Formatif

0

Bagian A (PG): 0/100 | Bagian B (Essay): 0/100