โ† Kembali ke Beranda
16

Implementasi MBKM

Merdeka Belajar โ€“ Kampus Merdeka

Merdeka Belajar โ€“ Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan pembelajaran yang memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang fleksibel, kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta masyarakat. Pada mata kuliah Pengantar Manajemen Syariah, implementasi MBKM diarahkan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memahami fungsi-fungsi manajemen, kepemimpinan Islam, etika bisnis, dan pengelolaan organisasi berbasis syariah, serta menghubungkannya dengan persoalan nyata dunia bisnis dan lembaga keuangan syariah.

Implementasi MBKM dalam mata kuliah ini diwujudkan melalui 7 (tujuh) bentuk pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis kasus, proyek, riset mini, kolaborasi, literasi digital, kewirausahaan sosial, dan pengabdian berbasis pengembangan organisasi syariah. Seluruh bentuk pembelajaran dirancang untuk mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta implementasi IKU 7.

Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menguasai konsep manajemen syariah secara teoretis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam perancangan business plan, analisis organisasi, pengembangan SDM, pemasaran, keuangan, serta tata kelola perusahaan yang berorientasi pada keadilan, kemaslahatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.

๐Ÿ“š 7 Bentuk Pembelajaran MBKM dalam Pengantar Manajemen Syariah
1
Case Method
Pembelajaran berbasis studi kasus manajemen syariah, seperti struktur organisasi lembaga zakat, gaya kepemimpinan tokoh Islam, konflik etika bisnis, strategi pemasaran produk halal, atau praktik manajemen keuangan dan risiko di BMT. Mahasiswa menganalisis kasus menggunakan teori fungsi-fungsi manajemen, kepemimpinan, dan prinsip keadilan, amanah, transparansi, dan maslahah.
๐Ÿ”
2
Team-Based Project
Proyek kolaboratif berbasis tim untuk menghasilkan business plan, policy brief, atau produk edukasi manajemen syariah, seperti video kepemimpinan Islam, podcast etika bisnis, infografik SDM Islami, atau kampanye literasi manajemen syariah. Mahasiswa belajar merancang proyek, membagi peran, mengolah data organisasi, memproduksi konten, dan mempresentasikan hasil secara akademik.
๐Ÿš€
3
Mini Research
Penelitian sederhana tentang fenomena manajemen syariah, seperti praktik rekrutmen berbasis syariah, sistem kompensasi adil, strategi pemasaran produk halal, atau efektivitas tata kelola perusahaan Islam. Mahasiswa merumuskan masalah, mengumpulkan data, menganalisis temuan, dan menyusun laporan penelitian secara sistematis.
๐Ÿ“Š
4
Business Observation
Mahasiswa melakukan observasi organisasi secara langsung atau virtual pada lembaga syariah (BMT, Koperasi Syariah, Bank Wakaf Mikro, atau perusahaan halal) untuk mengamati struktur, budaya, kepemimpinan, etika, dan praktik manajemennya. Hasil observasi digunakan sebagai bahan analisis tentang tata kelola organisasi yang Islami.
๐Ÿข
5
Digital Learning
Pembelajaran berbasis platform digital melalui LMS, video pembelajaran, jurnal online, data statistik bisnis, Google Form, Google Sheets, dan media sosial edukatif. Strategi ini membantu mahasiswa mengakses sumber belajar, mengolah data organisasi, serta menyebarkan gagasan manajemen syariah secara kreatif dan komunikatif.
๐Ÿ’ป
6
Social Entrepreneurship
Mahasiswa merancang gagasan usaha atau program pemberdayaan ekonomi berbasis syariah, seperti model usaha halal, koperasi syariah, BMT, literasi keuangan mikro, atau penguatan UMKM halal. Pembelajaran ini menumbuhkan jiwa kewirausahaan sosial yang berorientasi pada kemaslahatan dan keberlanjutan.
๐ŸŒฑ
7
Community-Based Learning
Mahasiswa menghubungkan teori manajemen syariah dengan kebutuhan masyarakat melalui rancangan edukasi, pendampingan, atau rekomendasi sederhana untuk pelaku UMKM, koperasi syariah, atau lembaga sosial ekonomi. Kegiatan ini memperkuat kepedulian sosial dan kemampuan menerapkan ilmu manajemen untuk pemberdayaan umat.
๐Ÿค

๐ŸŽฏ Pemetaan Bentuk MBKM terhadap CPMK

Bentuk MBKM CPMK Terkait Aktivitas Pembelajaran Luaran
Case Method CPMK-2 CPMK-3 Analisis kasus pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian, etika, pemasaran, dan keuangan syariah. Laporan studi kasus dan presentasi kelompok.
Team-Based Project CPMK-4 Penyusunan business plan, policy brief, atau produk edukasi manajemen syariah. Business plan, video, podcast, infografik, atau e-book.
Mini Research CPMK-2 CPMK-3 Pengumpulan dan analisis data organisasi, SDM, pemasaran, dan keuangan syariah. Laporan penelitian dan artikel ilmiah populer.
Business Observation CPMK-2 Observasi lembaga syariah, BMT, koperasi, atau perusahaan halal. Laporan observasi dan analisis tata kelola organisasi.
Digital Learning CPMK-1 CPMK-4 Pemanfaatan LMS, data digital, media sosial, dan aplikasi pengolah data. Portofolio digital dan konten edukasi manajemen syariah.
Social Entrepreneurship CPMK-3 CPMK-4 Perancangan gagasan usaha syariah atau program pemberdayaan ekonomi umat. Business plan, proposal program, atau rekomendasi pemberdayaan.
Community-Based Learning CPMK-4 Rancangan edukasi, pendampingan, atau solusi manajemen berbasis kebutuhan masyarakat. Rencana aksi, media edukasi, atau policy brief sederhana.

๐Ÿ“Š Distribusi Implementasi MBKM dalam 16 Pertemuan

Bentuk Pembelajaran Pertemuan Porsi Fokus
Case Method 3, 4, 5, 7, 9, 10, 11 35% Analisis kasus pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian, pemasaran, dan keuangan syariah.
Team-Based Project 14, 15, 16 25% Proyek kolaboratif business plan dan produk edukasi manajemen syariah.
Mini Research 6, 11, 13 15% Kajian data, observasi, dan analisis fenomena manajemen syariah.
Digital Learning 1โ€“16 15% LMS, data digital, konten edukasi, dan portofolio pembelajaran.
Community & Entrepreneurship 12โ€“15 10% Rancangan pemberdayaan ekonomi syariah dan kewirausahaan sosial.
Implementasi MBKM terintegrasi dengan Case Method, Team-Based Project, Mini Research, Digital Learning, dan pemberdayaan masyarakat

๐ŸŒ Keterkaitan MBKM, IKU 7, dan SDGs

1
IKU 7
Implementasi MBKM mendukung pembelajaran kolaboratif dan partisipatif melalui Case Method dan Team-Based Project, sehingga mahasiswa aktif menganalisis kasus manajemen dan menghasilkan proyek bisnis syariah.
๐Ÿค
2
SDG 4
Pembelajaran mendukung pendidikan berkualitas melalui media digital, riset mini, diskusi kritis, dan proyek edukasi manajemen syariah yang mendorong literasi bisnis dan tata kelola organisasi.
๐Ÿ“š
3
SDG 8
Pembelajaran mendukung pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui kajian kewirausahaan syariah, UMKM halal, keuangan mikro syariah, dan pemberdayaan ekonomi umat.
๐Ÿ’ผ
4
SDG 10
Kajian etika bisnis, tata kelola yang adil, dan pemberdayaan ekonomi umat diarahkan untuk mendukung pengurangan kesenjangan melalui prinsip keadilan ekonomi Islam dan kemaslahatan.
โš–๏ธ

๐Ÿ“Œ Catatan Implementasi MBKM:

  • โ€ข Bentuk pembelajaran MBKM dipilih berdasarkan kesesuaian dengan CPMK, strategi SCL, instrumen assessment, dan luaran pembelajaran.
  • โ€ข Case Method dan Team-Based Project menjadi inti implementasi MBKM karena mendukung pembelajaran kolaboratif, partisipatif, dan berbasis masalah nyata dalam manajemen syariah.
  • โ€ข Luaran MBKM diarahkan agar memiliki nilai akademik dan manfaat praktis bagi literasi manajemen syariah, pengembangan UMKM halal, dan penguatan ekonomi umat.
โ€ข Merdeka Belajar ยท Kolaboratif ยท Kontekstual ยท Aplikatif โ€ข