โ† Kembali ke Beranda
15

Implementasi IKU 7

Indikator Kinerja Utama (IKU) 7 merupakan salah satu indikator dalam kebijakan Merdeka Belajar โ€“ Kampus Merdeka yang mengukur capaian pembelajaran dalam bentuk aktivitas kolaboratif dan partisipatif. IKU 7 menekankan bahwa proses pembelajaran perlu memberi ruang yang luas bagi mahasiswa untuk belajar melalui Case Method dan Team-Based Project (TBP).

Pada mata kuliah Pengantar Manajemen Syariah, implementasi IKU 7 dirancang secara terintegrasi dengan seluruh 16 pertemuan, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori fungsi-fungsi manajemen dan kepemimpinan Islam, tetapi juga mampu menganalisis kasus organisasi, mengevaluasi kebijakan manajemen, dan menghasilkan karya kreatif seperti business plan, media edukasi, atau rekomendasi tata kelola berbasis prinsip syariah.

Implementasi ini mencakup aktivitas kolaboratif, studi kasus manajemen syariah, proyek kelompok, serta luaran pembelajaran berupa laporan analisis organisasi, policy brief etika bisnis, infografik kepemimpinan Islam, business plan, atau produk edukasi manajemen syariah. Komposisi pembelajaran dirancang agar memenuhi standar IKU 7 melalui dominasi aktivitas partisipatif, kolaboratif, dan berbasis proyek.

๐Ÿค Bentuk Aktivitas Kolaboratif
  • 1 Diskusi kelompok โ€” mahasiswa menganalisis konsep dasar Manajemen Syariah, fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengendalian), kepemimpinan Islam, dan etika bisnis syariah. Aktivitas ini melatih kemampuan mahasiswa dalam berbagi gagasan, membangun argumentasi, dan merumuskan kesimpulan berdasarkan prinsip keadilan, amanah, dan maslahah.
  • 2 Studi kasus โ€” mahasiswa mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi kasus-kasus manajemen kontemporer seperti struktur organisasi lembaga syariah, gaya kepemimpinan tokoh Islam, konflik etika bisnis, tata kelola perusahaan, dan manajemen perubahan. Mahasiswa diminta mengaitkan kasus tersebut dengan prinsip keadilan, amanah, transparansi, akuntabilitas, dan maqashid syariah.
  • 3 Pembelajaran kolaboratif โ€” mahasiswa bekerja sama dalam memahami manajemen sumber daya manusia Islami, manajemen operasional dan rantai pasok halal, serta manajemen pemasaran dan keuangan syariah. Setiap kelompok menyusun peta konsep, contoh kasus, dan refleksi kritis tentang bagaimana manajemen syariah dapat diarahkan untuk mencapai kemaslahatan dan keberkahan dalam bisnis.
  • 4 Proyek kelompok โ€” mahasiswa mengembangkan media edukasi atau business plan berbasis manajemen syariah, seperti business plan usaha halal, video kepemimpinan Islam, podcast etika bisnis, infografik SDM Islami, atau kampanye digital literasi manajemen syariah. Proyek ini menuntut kerja sama tim sejak tahap perencanaan, pengumpulan data organisasi, desain konten, hingga presentasi hasil.
  • 5 Presentasi dan peer review โ€” setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus atau proyek akhir, kemudian menerima umpan balik dari dosen dan mahasiswa lain. Aktivitas ini memperkuat kemampuan komunikasi akademik, evaluasi kritis, dan tanggung jawab kolektif dalam proses pembelajaran.
๐Ÿ” Implementasi Case Method 35%
  • 1 Analisis fungsi pengorganisasian dalam perspektif Islam โ€” mahasiswa menganalisis struktur organisasi lembaga syariah, pembagian kerja, delegasi wewenang, dan sentralisasi vs desentralisasi pada pertemuan ke-3.
  • 2 Analisis gaya kepemimpinan Islam โ€” mahasiswa mengevaluasi gaya kepemimpinan tokoh Islam, khalifah, amanah, pelayan, dan keteladanan dalam organisasi pada pertemuan ke-4.
  • 3 Analisis fungsi pengendalian dan evaluasi โ€” mahasiswa mengkaji proses pengendalian, standar kinerja, dan akuntabilitas (hisbah) dalam lembaga syariah pada pertemuan ke-5.
  • 4 Analisis rantai pasok halal โ€” mahasiswa mengevaluasi manajemen operasional, logistik, sertifikasi halal, dan standar operasional syariah pada pertemuan ke-7.
  • 5 Analisis pemasaran, keuangan, dan risiko syariah โ€” mahasiswa menilai strategi pemasaran syariah, bauran pemasaran halal, serta manajemen keuangan dan risiko berbasis instrumen Islam (mudharabah, musyarakah, murabahah, ijarah, sukuk) pada pertemuan ke-9 dan ke-10.
๐Ÿš€ Implementasi Team-Based Project 25%
  • 1 Perancangan proyek manajemen syariah โ€” mahasiswa menentukan tema proyek, seperti business plan usaha halal, literasi kepemimpinan Islam, etika bisnis syariah, SDM Islami, pemasaran syariah, atau tata kelola perusahaan syariah.
  • 2 Pengumpulan data dan analisis masalah โ€” kelompok mahasiswa mengumpulkan data dari studi literatur, wawancara pelaku usaha, observasi organisasi syariah, atau data statistik bisnis untuk memperkuat analisis proyek.
  • 3 Produksi luaran kreatif โ€” mahasiswa menghasilkan produk seperti business plan, policy brief, infografik, video edukasi, podcast, artikel populer, e-book, poster digital, atau website mini yang membahas manajemen syariah.
  • 4 Presentasi proyek akhir โ€” mahasiswa mempresentasikan hasil proyek pada pertemuan akhir, menjelaskan latar belakang, analisis, solusi, relevansi syariah, serta potensi manfaat bagi pelaku bisnis dan masyarakat.
๐Ÿ“ฆ Luaran Pembelajaran Berbasis IKU 7
  • 1 Laporan analisis kasus manajemen syariah โ€” berisi identifikasi masalah, kajian teori, analisis data organisasi, perspektif syariah, dan rekomendasi penyelesaian.
  • 2 Policy brief atau rekomendasi tata kelola syariah โ€” membahas isu kontemporer seperti etika bisnis, kepemimpinan, SDM, pemasaran, atau keuangan syariah dalam perspektif Islam.
  • 3 Business plan usaha syariah โ€” berisi analisis pasar, strategi pemasaran, operasional, SDM, keuangan, dan risiko berbasis prinsip syariah.
  • 4 Media edukasi digital โ€” berupa video, podcast, infografik, poster, slide interaktif, atau konten media sosial yang mengedukasi masyarakat tentang manajemen syariah dan kepemimpinan Islam.
  • 5 Portofolio pembelajaran โ€” berisi dokumentasi aktivitas diskusi, studi kasus, refleksi, produk kelompok, dan hasil evaluasi sepanjang semester.

๐Ÿ“Š Distribusi Aktivitas Pembelajaran IKU 7

Bentuk Aktivitas Pertemuan Fokus Kegiatan Porsi
Case Method 3, 4, 5, 7, 9, 10, 11 Analisis kasus pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian, rantai pasok halal, pemasaran, dan keuangan syariah. 35%
Team-Based Project 14, 15, 16 Pengembangan business plan, policy brief, produk edukasi, atau media literasi manajemen syariah. 25%
Collaborative Learning 2, 6, 11 Diskusi kelompok, penelusuran literatur, penyusunan peta konsep, dan refleksi kolektif. 20%
Seminar & Debate 12, 13 Evaluasi kritis etika bisnis, tata kelola perusahaan, dan pengambilan keputusan syariah. 15%
Reflective Learning 8, 16 Refleksi hasil UTS, proses pembelajaran, proyek akhir, dan capaian CPMK. 5%
Case Method 35% + Team-Based Project 25% = 60% aktivitas pembelajaran kolaboratif dan partisipatif

๐ŸŽฏ Keterkaitan IKU 7 dengan CPMK

CPMK Level Bloom Aktivitas IKU 7 Luaran
CPMK-1 C2 Memahami Think Pair Share, diskusi konsep, kuis interaktif, refleksi awal. Ringkasan konsep dan peta dasar Manajemen Syariah.
CPMK-2 C4 Menganalisis Case Method, analisis kasus organisasi, diskusi kelompok, presentasi kasus. Laporan studi kasus fungsi manajemen, SDM, operasional, pemasaran, dan keuangan syariah.
CPMK-3 C5 Mengevaluasi Debat akademik, seminar, review kebijakan, evaluasi etika dan tata kelola. Policy brief, artikel, atau makalah evaluasi kebijakan manajemen syariah.
CPMK-4 C6 Mencipta Team-Based Project, Project-Based Learning, presentasi proyek akhir. Business plan, produk edukasi digital, atau rancangan program manajemen syariah.

๐Ÿ“Œ Catatan Implementasi IKU 7:

  • โ€ข Implementasi IKU 7 dilakukan melalui pembelajaran aktif yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama dalam analisis kasus manajemen dan penyelesaian proyek.
  • โ€ข Aktivitas Case Method dan Team-Based Project menjadi strategi utama untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kolaboratif, dan kreatif.
  • โ€ข Luaran pembelajaran diarahkan agar memiliki manfaat akademik dan praktis, terutama dalam meningkatkan literasi manajemen syariah, etika bisnis, kepemimpinan Islam, dan pemberdayaan ekonomi umat.
โ€ข Aktivitas Kolaboratif ยท Partisipatif ยท Berbasis Proyek โ€ข