Kembali ke Beranda
18

Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Rencana Tindak Lanjut (RTL) merupakan bagian integral dari sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang bertujuan untuk memastikan bahwa setiap capaian pembelajaran yang belum mencapai target dapat diperbaiki dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Pada mata kuliah Pengantar Ilmu Hadis, RTL disusun sebagai respons terhadap hasil evaluasi ketercapaian CPMK, khususnya apabila terdapat indikator yang belum mencapai target minimal yang ditetapkan, yaitu ≥75% untuk CPMK-1, CPMK-2, dan CPMK-3, serta ≥80% untuk CPMK-4.

RTL ini mengacu pada siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan) yang menjadi landasan dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Seluruh langkah tindak lanjut dirancang untuk bersifat sistemik, terukur, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan, dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan program studi secara kolaboratif dalam pengembangan pembelajaran ulumul hadis.

Apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa ketercapaian CPMK kurang dari target yang ditetapkan, maka 6 (enam) langkah berikut akan dilakukan secara bertahap dan terencana untuk memastikan bahwa mahasiswa yang mengalami kesulitan dapat mencapai kompetensi yang diharapkan dalam memahami, mengkritisi, dan mengamalkan hadis, serta untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada semester-semester berikutnya.

🔄 6 Langkah Rencana Tindak Lanjut
  • 1 Pemberian penguatan materi pada topik ulumul hadis yang belum dikuasai — berdasarkan hasil evaluasi, dosen mengidentifikasi topik-topik spesifik dalam kajian hadis yang menjadi kelemahan mahasiswa, seperti pemahaman sanad dan matan, metode jarh wa ta'dil, atau identifikasi 'ilal hadis. Penguatan materi diberikan melalui tutorial tambahan, sesi diskusi intensif, dan penyediaan bahan bacaan pelengkap dari kitab-kitab ulumul hadis dan syarah yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Kegiatan ini dapat dilakukan di luar jam perkuliahan reguler atau melalui platform LMS.
  • 2 Pelaksanaan pembelajaran remedial melalui diskusi dan tutorial — bagi mahasiswa yang belum mencapai target, diselenggarakan program remedial yang dirancang khusus untuk membantu mereka memahami materi ulumul hadis yang sulit, seperti kritik sanad dan matan. Remedial dapat berupa kelas kecil (small group tutorial), bimbingan individu, atau sesi konsultasi dengan dosen. Metode pembelajaran yang digunakan lebih interaktif dan partisipatif untuk meningkatkan pemahaman secara bertahap, misalnya dengan pendekatan studi kasus hadis yang lebih sederhana.
  • 3 Penugasan individu atau kelompok sebagai pengayaan — untuk memperdalam pemahaman dan mengasah keterampilan analisis sanad dan matan, mahasiswa diberikan tugas pengayaan yang bersifat aplikatif dan kontekstual. Tugas ini dirancang untuk mendorong mahasiswa menerapkan konsep ulumul hadis dalam kajian hadis-hadis tematik, serta mengembangkan kemampuan analisis kritis dan pemecahan masalah dalam kritik hadis yang lebih mendalam.
  • 4 Revisi metode pembelajaran dengan meningkatkan penggunaan Case Method dan Project-Based Learning — jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang ada kurang efektif, maka dosen akan melakukan revisi strategi dengan meningkatkan porsi Case Method (studi kasus sanad, matan, dan syarah) dan Project-Based Learning (pembelajaran berbasis proyek dakwah hadis). Kedua metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa, kemampuan analisis teks hadis, dan keterampilan kolaboratif, serta selaras dengan tuntutan IKU 7.
  • 5 Perbaikan instrumen asesmen dan rubrik penilaian — berdasarkan analisis hasil evaluasi, instrumen asesmen yang kurang efektif dalam mengukur capaian pembelajaran ulumul hadis akan dievaluasi dan diperbaiki. Perbaikan mencakup revisi butir soal, penyempurnaan rubrik penilaian, serta penambahan instrumen penilaian yang lebih variatif dan autentik (misalnya: penilaian kemampuan kritik sanad, analisis 'ilal, dan presentasi produk dakwah berbasis hadis), sehingga dapat mengukur capaian pembelajaran secara lebih akurat dan komprehensif.
  • 6 Evaluasi ulang terhadap kesesuaian Sub-CPMK, metode pembelajaran, dan asesmen pada siklus berikutnya sesuai prinsip PPEPP — pada akhir semester, dosen bersama tim pengajar dan program studi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh komponen pembelajaran, mulai dari Sub-CPMK, strategi pembelajaran (SCL), hingga instrumen asesmen kajian hadis. Hasil evaluasi ini menjadi dasar bagi penyempurnaan RPS pada semester berikutnya, dengan mengacu pada prinsip PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan) dan standar mutu yang telah ditetapkan dalam SPMI.
🔄 Siklus PPEPP dalam RTL
Prinsip PPEPP Penetapan Pelaksanaan Evaluasi Pengendalian Peningkatan Siklus Berkesinambungan

Siklus PPEPP menjadi kerangka kerja dalam pelaksanaan RTL, dimulai dari Penetapan standar dan indikator capaian pembelajaran ulumul hadis, Pelaksanaan pembelajaran dan asesmen kritik sanad-matan, Evaluasi hasil capaian pemahaman hadis, Pengendalian melalui perbaikan dan penyesuaian metode pengajaran, hingga Peningkatan yang berkelanjutan pada siklus berikutnya. Seluruh langkah RTL dirancang untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dalam memahami dan mengkritisi hadis, serta untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

🚨 Kondisi Pelaksanaan RTL
  • Pemicu: ketercapaian CPMK < target (75% atau 80%) dalam kajian ulumul hadis
  • Waktu: setelah UTS dan/atau akhir semester
  • Sasaran: mahasiswa dengan nilai di bawah ketuntasan dalam kritik sanad dan matan
  • Pelaksana: dosen pengampu, tim pengajar, program studi
  • Durasi: 2–4 minggu (sesuai kebutuhan)
✅ Indikator Keberhasilan RTL
  • Peningkatan nilai: ≥75% mahasiswa mencapai target pemahaman ulumul hadis
  • Penguasaan materi: mahasiswa mampu menguasai topik kritik sanad dan matan yang sebelumnya sulit
  • Kepuasan mahasiswa: umpan balik positif dari mahasiswa tentang pembelajaran hadis
  • Perbaikan pembelajaran: RPS diperbaiki untuk semester berikutnya

📌 Prinsip Pelaksanaan RTL:

  • Responsif — RTL dilaksanakan segera setelah hasil evaluasi diketahui, agar perbaikan dapat dilakukan sebelum mahasiswa memasuki materi berikutnya atau sebelum akhir semester.
  • Kolaboratif — pelaksanaan RTL melibatkan dosen, mahasiswa, dan program studi secara aktif, sehingga solusi yang dihasilkan bersifat komprehensif dan berkelanjutan dalam pengembangan pembelajaran ulumul hadis.
  • Berbasis Data — setiap langkah RTL didasarkan pada data evaluasi yang akurat dan terukur, sehingga tindakan yang diambil tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kritik hadis.
  • Berorientasi pada Perbaikan — RTL tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki capaian mahasiswa saat ini, tetapi juga untuk mencegah terulangnya masalah pada semester berikutnya melalui perbaikan sistem dan proses pembelajaran ulumul hadis.
6
Langkah RTL
5
Prinsip PPEPP
100%
Terintegrasi dalam SPMI
75–80%
Target Minimal Capaian
6 langkah tindak lanjut · OBE · SPMI · PPEPP